Pajak

Perlakuan Piutang PPn Untuk Customer Wajib Pungut (WAPU)

5 Tips mengurangi beban pajak bagi perusahaan

Wapu atau Wajib Pungut merujuk pada situasi di mana seorang pembeli seharusnya menjadi pihak yang harus memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN), namun justru pembeli tersebut yang memungut PPN. Dengan kata lain, dalam kasus ini, pembeli (Wapu) tidak menerima pemotongan PPN dari Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menyediakan Barang/Jasa Kena Pajak (BKP/JKP), melainkan justru membebankan PPN kepada PKP.

Istilah Wapu khususnya merujuk pada bendaharawan pemerintah, badan usaha, atau instansi pemerintah yang bertugas untuk mengumpulkan, menyetorkan, dan melaporkan PPN yang harus disetorkan oleh PKP sebagai akibat dari penyerahan BKP/JKP kepada badan atau instansi pemerintah tersebut.

Dalam kerangka ketentuan pajak, terdapat empat kategori badan atau instansi yang dianggap sebagai Wapu, yakni:

1. Bendaharawan Pemerintah dan Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN)

2. Kontraktor Kontrak Kerja Sama

3. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

4. Badan Usaha Tertentu

Cara Penginputan atau Pencatatan dalam Accurate Online

Sekarang, mari kita bahas bagaimana cara melakukan penginputan atau pencatatan terkait Wapu dalam platform Accurate Online. Bagi pelanggan yang masuk kategori Wajib Pungut (Wapu), cara penginputan transaksi penjualan adalah sama seperti penginputan transaksi penjualan yang terkena pajak bukan pemungut. Langkah-langkah yang harus diambil agar PPN tidak dihitung sebagai utang adalah sebagai berikut:

  1. Pengaturan Pelanggan:
    • Buka menu Penjualan -> Pelanggan.
    • Pilih pelanggan yang bersangkutan.
    • Klik tab Pajak.
    • Set Tipe Pajak ke PPN Dibebaskan.
    • Sesuaikan dengan kebutuhan, seperti kawasan bebas atau lainnya.
    • Masukkan Kode Dokumen Faktur Pajak.
  2. Penambahan Akun PPN Keluaran:
    • Masuk ke menu Pengaturan -> Preferensi -> Akun Perkiraan.
    • Di kolom Penerimaan/Pembayaran (Akun Diskon), tambahkan akun PPN Keluaran.
    • Jangan lupa untuk menyimpan perubahan.
  3. Pembuatan Faktur Penjualan dengan PPN:
    • Buat Faktur Penjualan yang dikenai PPN seperti yang terlampir.
  4. Penerimaan Penjualan dengan Diskon PPN:
    • Pilih menu Penjualan -> Penerimaan Penjualan.
    • Pilih nama pelanggan yang bersangkutan.
    • Pilih Faktur Penjualan yang sesuai.
    • Klik tab Informasi Diskon.
    • Pada kolom Akun Diskon, pilih PPN Keluaran.
    • Masukkan nilai diskon, misalnya 5.000.
    • Klik Hitung Nilai Pembayaran dan simpan transaksi.

Dengan langkah-langkah di atas, Anda telah berhasil melakukan pencatatan dalam Accurate Online terkait situasi Wapu. Setiap langkah memiliki peran penting dalam memastikan bahwa PPN terhitung secara akurat dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan demikian, Anda dapat memastikan kepatuhan pajak yang lebih baik dalam lingkup bisnis Anda.

Jadikan hari-harimu lebih segar dan menyenangkan dengan Emkay Blast Lite Lychee! Dengan rasa buah leci yang segar dan sensasi dingin yang bikin kamu merasa nyaman, rasakan juga manfaat dari liquid Saltnic rendah nikotin yang membantu kamu merilekskan diri.

Related posts

Pajak Perusahaan: 5 Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Ade Muthia

Pajak Penghasilan (PPh) Badan: Pengertian, Jenis, & Cara Menghitung

admin

Strategi Efektif untuk Mengoptimalkan Pengembalian Pajak Anda

Ade Muthia