Bisnis

Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia dan Dampaknya bagi Pelaku Bisnis

Pertumbuhan e-Commerce di Indonesia

Perkembangan e-commerce di Indonesia selama beberapa tahun terakhir bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah revolusi perilaku belanja konsumen dan pola bisnis digital yang terus menguat dari tahun ke tahun. Nilai transaksi dan ukuran pasar e-commerce Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang dekade terakhir, dan data terbaru memperlihatkan bahwa momentum ini tidak hanya berlanjut di 2022-2025, tetapi juga diproyeksikan meningkat jauh ke depan.

Menurut laporan GlobalData, nilai pasar e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD 46,6 miliar (sekitar Rp738,2 triliun) pada tahun 2025, meningkat dari sekitar USD 40,8 miliar pada tahun 2024, dengan tingkat pertumbuhan tahunan yang kuat sejak awal dekade ini.

Bank Indonesia juga mencatat bahwa transaksi e-commerce nasional meningkat menjadi sekitar Rp487,01 triliun pada 2024, tumbuh sekitar 7,3 % dibandingkan 2023. Selain itu, data lain menunjukkan e-commerce Indonesia terus memperluas jumlah pelaku usaha online, dengan lebih dari 4,4 juta unit usaha e-commerce tercatat pada 2024, naik lebih dari 15 % dibanding tahun sebelumnya.

Melihat tren ini, pertumbuhan e-commerce diperkirakan akan terus berlanjut di 2026 dan seterusnya karena penetrasi internet yang semakin tinggi, meningkatnya adopsi mobile commerce, dan berkembangnya layanan fintech serta logistik digital di seluruh nusantara. Data riset industri bahkan memprediksi bahwa nilai pasar e-commerce Indonesia bisa mencapai lebih dari USD 100 miliar pada tahun 2026–2030, dengan CAGR tahunan di kisaran dua digit.

Fenomena ini membuka peluang besar sekaligus tantangan baru bagi pelaku bisnis, baik UMKM maupun perusahaan besar. Abcpoins.com akan membahas perkembangan e-commerce, faktor pendorong pertumbuhan, serta dampaknya bagi pelaku usaha di Indonesia.

Baca Juga: Kiat Jitu Mengembangkan Bisnis Online Menggunakan Multichannel Penjualan

Bagaimana E-Commerce Berkembang di Indonesia?

Perkembangan e-commerce di Indonesia tidak terjadi secara instan. Pertumbuhan ini merupakan hasil dari kombinasi perubahan teknologi, perilaku konsumen, serta dukungan ekosistem digital yang semakin matang. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia bahkan menjadi salah satu pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara.

Berikut faktor-faktor utama yang mendorong pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia.

Penetrasi Internet dan Smartphone yang Terus Meningkat

Peningkatan jumlah pengguna internet menjadi fondasi utama pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Akses internet yang semakin luas, baik di perkotaan maupun wilayah non-perkotaan, membuat masyarakat lebih mudah terhubung dengan platform digital. Saat ini, internet bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan bagian dari aktivitas harian masyarakat.

Selain itu, harga smartphone yang semakin terjangkau turut mempercepat adopsi belanja online. Masyarakat tidak perlu lagi memiliki perangkat mahal untuk mengakses e-commerce. Dengan satu perangkat ponsel, konsumen sudah dapat membandingkan harga, membaca ulasan produk, hingga menyelesaikan transaksi kapan saja dan di mana saja.

Kombinasi antara internet dan smartphone inilah yang membuat e-commerce berkembang cepat dan menjangkau segmen pasar yang sebelumnya sulit disentuh oleh bisnis konvensional.

Perubahan Perilaku Konsumen ke Arah Digital

Konsumen Indonesia semakin terbiasa dengan kemudahan berbelanja online. Mereka tidak lagi harus datang ke toko fisik, mengantre, atau terbatas pada jam operasional tertentu. E-commerce menawarkan fleksibilitas waktu dan kenyamanan yang sulit disaingi oleh toko offline.

Selain itu, konsumen kini lebih rasional dan informatif. Mereka aktif membandingkan harga, membaca ulasan pelanggan, serta mencari promo sebelum mengambil keputusan pembelian. Perilaku ini mendorong pelaku e-commerce untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan transparansi informasi produk.

Perubahan perilaku ini juga terjadi lintas generasi. Jika sebelumnya belanja online identik dengan generasi muda, kini kelompok usia dewasa hingga lansia pun mulai mengadopsi e-commerce karena kemudahan dan kepraktisannya.

Inovasi Sistem Pembayaran Digital

Sistem pembayaran digital menjadi pendorong penting dalam perkembangan e-commerce Indonesia. Kehadiran e-wallet, mobile banking, dan pembayaran QR membuat transaksi online menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Konsumen tidak lagi bergantung pada transfer manual atau pembayaran tunai.

Kemudahan pembayaran ini meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap e-commerce. Proses checkout yang singkat dan minim hambatan secara langsung meningkatkan tingkat konversi penjualan di platform digital.

Bagi pelaku bisnis, sistem pembayaran digital juga mempermudah pencatatan transaksi dan arus kas. Dengan data transaksi yang tercatat otomatis, bisnis dapat melakukan analisis penjualan dan pengelolaan keuangan dengan lebih baik.

Perkembangan Infrastruktur Logistik dan Pengiriman

E-commerce tidak akan berkembang tanpa dukungan logistik yang memadai. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan logistik di Indonesia berlomba-lomba meningkatkan kecepatan dan kualitas layanan pengiriman. Mulai dari same-day delivery, instant delivery, hingga pelacakan paket real-time.

Perbaikan infrastruktur logistik ini meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap belanja online. Kekhawatiran terkait keterlambatan atau kerusakan barang semakin berkurang seiring meningkatnya standar layanan pengiriman.

Bagi pelaku bisnis, sistem logistik yang semakin efisien memungkinkan mereka menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus membuka cabang fisik di berbagai daerah.

Peran Marketplace dan Platform Digital Besar

Marketplace besar seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada berperan signifikan dalam mendorong pertumbuhan e-commerce Indonesia. Platform ini menyediakan ekosistem siap pakai bagi pelaku usaha, mulai dari etalase produk, sistem pembayaran, hingga logistik terintegrasi.

Bagi UMKM, marketplace menjadi pintu masuk paling realistis ke dunia digital. Pelaku usaha dapat mulai berjualan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membangun website atau sistem sendiri.

Selain itu, fitur promosi, flash sale, dan kampanye besar yang rutin diadakan marketplace turut meningkatkan volume transaksi dan mempercepat adopsi e-commerce di kalangan masyarakat.

Baca Juga: 24 Produk Terlaris di E-Commerce 2025: Peluang Bisnis Cuan 2026

Dukungan Pemerintah dan Ekosistem Digital

Pemerintah Indonesia juga berperan dalam mendorong pertumbuhan e-commerce melalui berbagai program digitalisasi UMKM. Pelatihan, pendampingan, serta kemudahan perizinan membantu pelaku usaha beradaptasi dengan sistem digital.

Selain itu, regulasi yang semakin jelas terkait pajak, perlindungan konsumen, dan keamanan data menciptakan iklim bisnis e-commerce yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dukungan ini membuat e-commerce tidak hanya tumbuh dari sisi transaksi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi digital nasional.

Data Pertumbuhan E-Commerce Indonesia 2022–2025

Tren belanja Online Berdasarkan Keuangan
Source: Datereportal.com

Data Bank Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan nilai transaksi e-commerce dari tahun ke tahun:

  • 2022: Transaksi mencapai sekitar Rp476,3 triliun (+18,7 % YoY)
  • 2023: Meski sempat sedikit menurun menjadi Rp453,75 triliun, ini terjadi saat pasar memasuki fase normalisasi setelah lonjakan di masa pandemi
  • 2024: Nilai transaksi naik kembali menjadi Rp487,01 triliun (+7,3 % YoY)
  • 2025: Proyeksi pasar e-commerce Indonesia diperkirakan berada di kisaran USD 46,6 miliar, yang menunjukkan pertumbuhan kuat sejak 2020.

Selain itu, jumlah unit usaha yang memanfaatkan platform e-commerce terus bertambah — mencapai lebih dari 4,4 juta unit pada 2024, yang menunjukkan semakin banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang beralih ke digital.

Potensi Pertumbuhan E-Commerce Indonesia ke Depan

Melihat tren digitalisasi yang terus berkembang, potensi pertumbuhan e-commerce di Indonesia masih sangat besar. Tidak hanya dari sisi jumlah transaksi, tetapi juga dari perluasan segmen pasar, inovasi teknologi, serta integrasi sistem bisnis yang semakin matang. Berikut beberapa faktor utama yang akan menentukan arah pertumbuhan e-commerce Indonesia ke depan.

Ekspansi Pasar ke Wilayah Non-Perkotaan

Selama ini, pertumbuhan e-commerce di Indonesia masih didominasi oleh wilayah perkotaan. Namun, ke depan peluang terbesar justru datang dari daerah tier 2 dan tier 3. Peningkatan infrastruktur internet serta distribusi logistik membuat masyarakat di luar kota besar semakin mudah mengakses platform e-commerce.

Masyarakat di wilayah non-perkotaan memiliki kebutuhan konsumsi yang tinggi, tetapi sebelumnya terbatas oleh akses dan pilihan produk. E-commerce hadir sebagai solusi yang memungkinkan mereka memperoleh produk dengan harga kompetitif dan pilihan yang lebih beragam.

Bagi pelaku bisnis, ekspansi ke wilayah ini membuka peluang pertumbuhan yang signifikan. Dengan strategi distribusi dan pemasaran yang tepat, pasar non-perkotaan dapat menjadi sumber omzet baru yang stabil dan berkelanjutan.

Integrasi Teknologi Digital yang Semakin Canggih

Perkembangan teknologi akan menjadi penggerak utama e-commerce di masa depan. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), big data, dan machine learning memungkinkan platform e-commerce memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam. Teknologi ini membantu bisnis memberikan rekomendasi produk yang lebih relevan dan personal.

Selain itu, otomatisasi dalam pengelolaan stok, harga, dan layanan pelanggan akan semakin meningkatkan efisiensi operasional. Bisnis tidak lagi hanya mengandalkan intuisi, tetapi dapat mengambil keputusan berbasis data yang akurat dan realtime.

Integrasi teknologi ini akan membuat e-commerce Indonesia semakin kompetitif, baik di pasar domestik maupun regional.

Pertumbuhan UMKM Digital sebagai Tulang Punggung Ekonomi

UMKM akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan e-commerce Indonesia. Semakin banyak pelaku UMKM yang menyadari bahwa kehadiran di platform digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Digitalisasi memungkinkan UMKM menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus membuka cabang fisik.

Ke depan, UMKM tidak hanya berperan sebagai penjual, tetapi juga sebagai brand lokal yang memiliki daya saing tinggi. Dengan dukungan platform e-commerce, logistik, dan pembayaran digital, UMKM dapat meningkatkan skala bisnis secara bertahap dan terukur.

Pertumbuhan UMKM digital ini akan menciptakan ekosistem e-commerce yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Perubahan Pola Konsumsi dan Loyalitas Pelanggan

Pola konsumsi masyarakat Indonesia terus mengalami pergeseran. Konsumen semakin mengutamakan kenyamanan, kecepatan, dan pengalaman berbelanja yang menyenangkan. E-commerce yang mampu memberikan pengalaman pelanggan terbaik akan memenangkan persaingan.

Selain itu, strategi retensi pelanggan akan menjadi faktor kunci pertumbuhan e-commerce ke depan. Tidak hanya fokus pada akuisisi pengguna baru, tetapi juga membangun loyalitas melalui program membership, personalisasi promo, dan layanan purna jual yang responsif.

Bisnis yang mampu memahami dan beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi ini akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.

Peluang Kolaborasi dan Model Bisnis Baru

Potensi pertumbuhan e-commerce Indonesia juga didorong oleh munculnya berbagai model bisnis baru. Kolaborasi antara e-commerce dengan sektor lain seperti fintech, logistik, pariwisata, dan edukasi membuka peluang inovasi yang lebih luas.

Contohnya, integrasi e-commerce dengan layanan keuangan memungkinkan konsumen mengakses cicilan, paylater, atau pembiayaan usaha secara lebih mudah. Sementara itu, kolaborasi dengan brand lokal dan kreator digital membantu meningkatkan engagement dan kepercayaan konsumen.

Model bisnis yang adaptif dan kolaboratif ini akan menjadi kunci keberlanjutan e-commerce di Indonesia dalam jangka panjang.

Baca Juga: Bisnis Online: Sebuah Peluang yang Sangat Menguntungkan

Dampak Pertumbuhan E-Commerce bagi Pelaku Bisnis

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia tidak hanya menciptakan perubahan cara konsumen berbelanja, tetapi juga membawa dampak besar bagi cara pelaku bisnis menjalankan, mengelola, dan mengembangkan usahanya. Baik bisnis skala kecil, menengah, maupun besar, semuanya perlu beradaptasi agar tetap relevan dan kompetitif di era digital.

Berikut adalah berbagai dampak nyata pertumbuhan e-commerce yang dirasakan langsung oleh pelaku bisnis.

E-Commerce Consumer Goods
Source: Wearesocial.com

Perluasan Jangkauan Pasar Tanpa Batas Wilayah

Salah satu dampak paling signifikan dari pertumbuhan e-commerce adalah terbukanya akses pasar yang jauh lebih luas. Pelaku bisnis tidak lagi terbatas pada pelanggan di sekitar lokasi usaha. Melalui platform e-commerce, produk dapat dijangkau oleh konsumen dari berbagai kota hingga pelosok daerah.

Perluasan pasar ini memungkinkan bisnis meningkatkan volume penjualan tanpa harus membuka cabang fisik. Dengan strategi distribusi dan logistik yang tepat, pelaku usaha dapat mengoptimalkan potensi pasar nasional bahkan internasional dengan biaya yang relatif lebih efisien.

Bagi UMKM, kondisi ini menjadi peluang besar untuk naik kelas dan bersaing dengan brand yang lebih besar.

Persaingan Bisnis Menjadi Lebih Ketat dan Transparan

Pertumbuhan e-commerce membuat persaingan bisnis semakin terbuka. Konsumen dapat dengan mudah membandingkan harga, kualitas, ulasan, dan layanan dari berbagai penjual dalam waktu singkat. Hal ini memaksa pelaku bisnis untuk lebih kompetitif dan transparan.

Bisnis tidak bisa lagi mengandalkan harga murah semata. Pelayanan, kualitas produk, kecepatan pengiriman, dan reputasi brand menjadi faktor penentu keputusan pembelian. Pelaku usaha yang tidak beradaptasi akan tertinggal oleh kompetitor yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.

Di sisi lain, persaingan ini mendorong bisnis untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar operasional.

Perubahan Strategi Pemasaran yang Lebih Digital dan Terukur

Pertumbuhan e-commerce menggeser fokus pemasaran dari cara konvensional ke strategi digital. Pelaku bisnis mulai mengandalkan iklan digital, optimasi marketplace, media sosial, serta content marketing untuk menjangkau konsumen.

Keunggulan utama pemasaran digital terletak pada kemampuannya untuk diukur. Bisnis dapat mengetahui performa kampanye secara real-time, mulai dari jumlah pengunjung, tingkat konversi, hingga biaya per transaksi. Data ini membantu pelaku usaha mengambil keputusan pemasaran yang lebih akurat dan efisien.

Dengan pendekatan berbasis data, bisnis dapat mengalokasikan anggaran pemasaran secara lebih optimal dan menghindari pemborosan biaya.

Tuntutan Efisiensi Operasional dan Manajemen Keuangan

Semakin berkembangnya e-commerce membuat pelaku bisnis harus mengelola operasional dengan lebih rapi dan efisien. Volume transaksi yang meningkat menuntut sistem pencatatan keuangan, pengelolaan stok, dan arus kas yang terintegrasi.

Tanpa sistem yang baik, bisnis akan kesulitan memantau laba rugi, mengontrol biaya, dan memastikan ketersediaan barang. Inilah sebabnya banyak pelaku usaha mulai beralih ke software akuntansi dan sistem manajemen berbasis digital.

Efisiensi operasional tidak hanya membantu menghemat biaya, tetapi juga mempercepat pengambilan keputusan bisnis di tengah persaingan yang dinamis.

Meningkatnya Pentingnya Brand dan Kepercayaan Konsumen

Dalam ekosistem e-commerce, kepercayaan menjadi aset utama bisnis. Konsumen tidak dapat melihat produk secara langsung, sehingga mereka sangat bergantung pada reputasi brand, ulasan pelanggan, dan kredibilitas penjual.

Pertumbuhan e-commerce mendorong pelaku bisnis untuk lebih serius membangun brand yang profesional dan konsisten. Mulai dari kualitas produk, pelayanan pelanggan, hingga komunikasi digital harus dijaga agar menciptakan pengalaman positif bagi konsumen.

Bisnis yang mampu membangun kepercayaan akan lebih mudah mempertahankan pelanggan dan mendorong pembelian berulang.

Peluang Skalabilitas Bisnis yang Lebih Cepat

E-commerce membuka peluang bagi pelaku bisnis untuk mengembangkan usaha dengan lebih cepat dibandingkan model bisnis tradisional. Dengan sistem yang terotomatisasi, bisnis dapat meningkatkan kapasitas penjualan tanpa harus menambah sumber daya secara signifikan.

Skalabilitas ini memungkinkan bisnis untuk fokus pada pengembangan produk, strategi pemasaran, dan peningkatan layanan. Selama operasional dan keuangan dikelola dengan baik, pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Namun, peluang ini juga menuntut kesiapan sistem dan manajemen agar pertumbuhan tidak justru menimbulkan masalah operasional.

Adaptasi terhadap Perubahan Perilaku Konsumen

Pertumbuhan e-commerce turut membentuk perilaku konsumen yang semakin kritis dan cepat berubah. Konsumen menginginkan layanan yang responsif, pengiriman yang cepat, serta pengalaman belanja yang praktis.

Pelaku bisnis perlu terus memantau tren dan preferensi konsumen agar tetap relevan. Bisnis yang adaptif terhadap perubahan ini akan lebih mudah memenangkan kepercayaan pasar dan menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Baca Juga: Transformasi Digital Keuangan UMKM: Apa, Kenapa, dan Bagaimana Mulainya

Kesimpulan

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia bukan lagi sekadar peluang tambahan, melainkan telah menjadi fondasi penting dalam strategi bisnis modern. Data 2022–2025 menunjukkan bahwa meskipun pasar sempat mengalami fase normalisasi pascapandemi, tren jangka panjang e-commerce tetap bergerak naik dengan basis pengguna, nilai transaksi, dan jumlah pelaku usaha yang terus bertambah.

Bahkan, proyeksi hingga 2026 dan seterusnya memperlihatkan potensi pasar yang masih sangat luas, terutama dari wilayah non-perkotaan, digitalisasi UMKM, serta integrasi teknologi yang semakin canggih.

Bagi pelaku bisnis, pertumbuhan e-commerce membawa dua sisi sekaligus: peluang ekspansi pasar yang lebih besar dan tantangan pengelolaan usaha yang semakin kompleks. Persaingan yang transparan, tuntutan efisiensi operasional, perubahan strategi pemasaran, hingga pentingnya membangun kepercayaan pelanggan menuntut bisnis untuk dikelola secara lebih profesional dan berbasis data.

Tanpa sistem yang rapi, pertumbuhan justru berisiko menimbulkan masalah pada arus kas, stok, dan pencatatan keuangan.

Di sinilah peran pengelolaan keuangan digital menjadi krusial. Agar bisnis e-commerce dapat tumbuh secara berkelanjutan, pelaku usaha perlu memiliki visibilitas penuh terhadap kondisi keuangan, mulai dari pencatatan transaksi penjualan online, pengelolaan biaya, hingga pemantauan laba rugi secara realtime.

Accurate Online hadir sebagai solusi akuntansi berbasis cloud yang membantu pelaku bisnis e-commerce mengelola keuangan dengan lebih praktis, akurat, dan terintegrasi. Dengan sistem pencatatan otomatis, laporan keuangan realtime, serta kemudahan integrasi dengan berbagai kanal penjualan, Accurate Online membantu bisnis fokus pada pertumbuhan tanpa harus terbebani oleh kompleksitas administrasi keuangan.

Jika Anda ingin memaksimalkan peluang pertumbuhan e-commerce sekaligus menjaga kesehatan keuangan bisnis, kini saatnya beralih ke sistem yang lebih modern dan terukur bersama Accurate Online.

Related posts

Sistem Distribusi Langsung dalam Bisnis: Memahami dan Mengoptimalkan

Ade Muthia

Fungsi Manajemen Ritel dan Peran Pentingnya dalam Pasar Domestik

Ade Muthia

Data Pelanggan: Pengertian, Jenis, & Cara Memanfaatkannya!

Ade Muthia