Menjalankan bisnis bukan sekedar mengharapkan datangnya keberuntungan. Setiap bisnis membutuhkan fondasi dan strategi untuk bisa terus tumbuh. Salah satunya adalah perencanaan keuangan bisnis yang baik menjadi dasar bisnis Anda bisa tumbuh.
Meskipun Anda sudah meyakini bahwa produk atau layanan Anda sudah menjadi yang terbaik di industrinya, dan Anda yakin bahwa target market akan datang dengan strategi marketing yang efektif. Namun, Anda tidak bisa menjalankan bisnis yang baik tanpa adanya perencanaan keuangan bisnis yang akan membantu bisnis berjalan di jalur yang tepat.
Abcpoins.com akan membantu bagaimana para pebisnis menyusun rencana keuangan efektif, untuk memudahkan dalam penyusunan strategi Perusahaan secara komprehensif.
Baca Juga: 7 Cara Mengelola Keuangan Toko Online agar Hasilkan Margin Maksimal
Apa itu Perencanaan Keuangan Bisnis?
Perencanaan keuangan bisnis adalah satu roadmap untuk bisnis dalam menentukan arah, tujuan, dan strategi bisnis sehingga mampu menyesuaikan sesuai dengan kondisi keuangan. Sehingga Anda akan lebih mampu dalam menggunakan sumber daya, mengambil Keputusan, hingga menghadapi berbagai ketidakpastian bisnis di masa depan, dan lebih mudah untuk merencanakan pertumbuhan.
Rencana ini umumnya disusun dalam beberapa periode, seperti 1-2 tahun, 3-5 tahun. Perencanaan keuangan akan menjadi langkah untuk merencanakan masa depan untuk memprediksi pendapatan, mengelola pengeluaran, mengatur belanja modal, dan menentukan setiap kebijakan yang mendukung tujuan dan visi jangka Panjang Perusahaan tetap dalam kondisi keuangan bisnis yang sehat.
Apakah perencanaan ini hanya berlaku untuk bisnis besar? Tentunya tidak, perencanaan keuangan juga menjadi kunci keberhasilan bagi UMKM dalam mengelola keuangan bisnis. Rencana keuangan yang Anda susun sebagai pelaku UMKM memberikan gambaran pemahaman Anda mengenai kondisi ekonomi dan bisnis yang akan memengaruhi usaha Anda.
Adapun tolak ukur yang penting adalah arus kas Perusahaan. Dengan memperhatikan hal ini akan membantu Anda dalam identifikasi setiap potensi masalah sebelum terjadinya masalah yang lebih serius.
Komponen Perencanaan Keuangan Bisnis
Proyeksi Penjualan: Bukan Sekadar Angka, Tapi Cermin Kemampuan Bertahan
Bagi banyak pelaku UMKM, menyusun proyeksi penjualan terasa seperti menebak angka di atas kertas. Padahal, proyeksi yang akurat menentukan seluruh strategi bisnis Anda. Tanpa ramalan penjualan yang terukur, perusahaan akan kesulitan mengidentifikasi risiko yang akan muncul dan meningkatkan kinerja operasionalnya .
Apa yang membedakan proyeksi yang baik dari sekadar tebakan? Proyeksi yang baik tidak hanya melihat data penjualan masa lalu, tetapi juga mempertimbangkan tren pasar, perilaku konsumen, faktor musiman, dan data persaingan . Sebuah studi kasus pada UMKM di Desa Batulaya justru menemukan bahwa bisnis baru tanpa patokan harga dari periode sebelumnya akan sangat sulit membuat anggaran penjualan yang realistis .
Mulailah dengan mencatat penjualan harian secara disiplin. Jika bisnis Anda baru berjalan, gunakan data kompetitor di sekitar sebagai patokan awal. Evaluasi proyeksi setiap bulan dan sesuaikan dengan realitas pasar, jangan biarkan proyeksi menjadi dokumen mati yang hanya dibuat sekali.
Anggaran Pengeluaran: Beda Antara “Hemat” dan “Tepat Sasaran”
Anggaran pengeluaran bukan sekadar daftar biaya, melainkan alat untuk mengarahkan pengeluaran ke hal-hal yang benar-benar prioritas . Dalam bisnis kuliner, salah satu kesalahan klasik adalah membeli bahan baku dalam jumlah besar hanya karena “lebih murah grosir,” tanpa memperhatikan kebutuhan aktual.
Abcpoins.com merangkum berbagai riset UMKM, termasuk studi pada home industry tahu tempe Mbak Umi di Desa Jambearum. Temuannya: fluktuasi harga kedelai langsung memengaruhi biaya produksi dan profitabilitas.
Pemilik usaha harus mampu menyesuaikan strategi, misalnya dengan mengubah ukuran produk tanpa menaikkan harga jual, untuk menjaga daya saing tetap terjaga. Strategi serupa juga terlihat pada bisnis tahu di Jakarta Timur, yang harus menyesuaikan harga jual saat harga kedelai naik agar profitabilitas tidak anjlok.
Anggaran juga harus mencakup dana untuk marketing. Banyak UMKM mengabaikan ini karena dianggap “beban tambahan,” padahal pemasaran yang tepat adalah investasi untuk mencapai penjualan maksimal.
Proyeksi Arus Kas: Mengelola “Boncos” yang Mengintai
Arus kas adalah denyut nadi bisnis Anda. Banyak usaha terlihat menguntungkan di atas kertas, tetapi terperosok dalam kesulitan likuiditas hingga berisiko “boncos” atau bangkrut.
Strategi kunci yang berbeda dari yang lain:
Percepat penerimaan piutang: Piutang yang belum tertagih adalah penyebab utama masalah arus kas. Tetapkan tenggat waktu yang jelas, tagih tepat waktu, dan beri insentif bagi pelanggan yang membayar lebih cepat.
Utang bisa menjadi alat efektif untuk mendanai pertumbuhan, tetapi hanya jika produktif. Negosiasikan ketentuan pembayaran yang fleksibel dengan kreditur untuk menjaga kestabilan kas.
Jika bisnis Anda menerima pembayaran digital, gunakan rekening khusus untuk arus kas harian. Ini memudahkan Anda memantau aliran dana secara realtime dan memastikan dana selalu tersedia untuk kebutuhan operasiona.
Proyeksi Laba Rugi: Bukan Sekadar “Untung atau Rugi”
Proyeksi laba rugi sering dianggap sebagai tolok ukur tunggal keberhasilan bisnis. Padahal, jika melihat laporan laba rugi tanpa konteks, Anda bisa salah mengambil keputusan.
Proyeksi laba rugi yang baik tidak hanya melihat angka akhir, tetapi juga margin kontribusi setiap produk. Margin kontribusi adalah selisih antara harga jual dan biaya variabel per unit, angka ini menunjukkan seberapa besar setiap produk “menyumbang” untuk menutupi biaya tetap dan menghasilkan laba.
Hasil penelitian yang dilakukan pada 2022 melakukan riset di sebuah bisnis UMKM, yaitu UD. Silvia Food dan menemukan bahwa perusahaan dapat merencanakan laba 15% atau 25% dengan menghitung volume penjualan yang harus mereka capai pada setiap tingkat margin kontribusi. Dengan pendekatan ini, Anda dapat menentukan produk mana yang paling layak Anda promosikan dan mana yang perlu Anda evaluasi.
Proyeksi Neraca: Menghitung “Kekayaan Bersih” Bisnis Anda
Proyeksi neraca sering menjadi komponen yang paling diabaikan oleh UMKM karena dianggap “terlalu rumit.” Padahal, neraca adalah cermin kesehatan finansial jangka panjang bisnis Anda.
Neraca adalah laporan yang menjawab pertanyaan “apa yang dimiliki bisnis Anda?” (aset) dan “apa yang menjadi kewajiban bisnis Anda?” (liabilitas). Selisih keduanya adalah ekuitas—kekayaan bersih bisnis Anda .
Catat seluruh aset secara rapi mulai dari peralatan dapur, kendaraan operasional, hingga stok bahan baku. Lakukan pengecekan rutin agar Anda tahu mana yang layak pakai, perlu diperbaiki, atau harus dijual. Perhatikan juga piutang dengan sistem penagihan yang disiplin agar arus kas tetap lancar .
Analisis Break Event Point
Analisis titik impas adalah alat yang paling underrated dalam perencanaan keuangan bisnis. Banyak UMKM tidak pernah menghitung BEP, sehingga mereka berjalan tanpa tahu berapa penjualan minimum yang harus dicapai agar tidak rugi.
Penelitian pada home industry tahu tempe Mbak Umi menunjukkan bahwa titik impas usaha tahu adalah 788 unit dengan nilai Rp236.400, sedangkan usaha tempe berada pada 320 unit dengan nilai Rp320.000 . Dengan mengetahui angka ini, pemilik usaha bisa memastikan bahwa realisasi penjualan yang melampaui titik impas berarti usaha mampu menutup seluruh biaya sekaligus memperoleh keuntungan .
BEP bukan hanya angka untuk diketahui, tetapi alat untuk perencanaan laba. Jika Anda ingin laba 15%, Anda bisa menghitung berapa volume penjualan yang harus dicapai. BEP juga membantu Anda mengevaluasi apakah model bisnis yang dijalankan layak atau perlu perubahan strategi.
Analisis Skenario: Persiapan Menghadapi Kejutan
Dunia bisnis selalu dihadapkan pada ketidakpastian. Kenaikan harga bahan baku, perubahan tren konsumen, atau bahkan krisis ekonomi bisa terjadi kapan saja. Analisis skenario adalah cara paling praktis untuk mempersiapkan diri.
Pendekatan yang berbeda: Banyak yang menganggap analisis skenario sebagai alat untuk perusahaan besar. Padahal, UMKM bisa memulai dengan sesuatu yang sederhana: buat tiga skenario—terbaik, paling mungkin, dan terburuk, berdasarkan asumsi tertentu .
Yang perlu diperhatikan: Analisis skenario yang baik bukan sekadar “membuat angka”, tetapi juga menyusun rencana aksi. Jika skenario terburuk terjadi, apa langkah pertama yang akan Anda ambil? Dengan memiliki rencana untuk setiap kemungkinan, Anda tidak akan panik saat kondisi berubah. Pendekatan ini juga membuat proposal bisnis Anda lebih meyakinkan bagi calon investor karena menunjukkan bahwa Anda sudah memikirkan berbagai risiko.
Baca Juga: Manajemen Keuangan Bisnis: Pilar, Fungsi, Prinsip, dan Cara Mengelola
Pengelolaan Stok dan Modal Kerja
Meski tidak selalu masuk dalam daftar “komponen perencanaan keuangan,” Anda tidak boleh memisahkan pengelolaan stok dan modal kerja dari rencana bisnis Anda.
Koneksi dengan perencanaan keuangan: Manajemen persediaan yang efisien sangat penting terutama bagi bisnis kuliner karena stok yang terlalu banyak mengikat modal yang tidak produktif, sementara stok yang terlalu sedikit mengurangi potensi penjualan .
Terapkan metode FIFO (First In First Out) gunakan bahan yang datang lebih dulu agar tidak terbuang . Pisahkan pendapatan harian menjadi dua kategori: modal kerja untuk operasional dan laba yang dicatat secara terpisah. Pemisahan ini membantu menjaga ketersediaan kas untuk kebutuhan produksi dan mengurangi risiko kekurangan dana di tengah hari sibuk.

Langkah-langkah Membuat Perencanaan Keuangan
Setelah memahami komponen-komponen yang harus ada dalam perencanaan keuangan, kini saatnya Anda menyusunnya secara sistematis. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda ikuti untuk membuat perencanaan keuangan bisnis yang efektif.
Kumpulkan Data Historis dan Tetapkan Tujuan
Mulailah dengan mengumpulkan seluruh catatan keuangan bisnis Anda dari periode sebelumnya. Data ini menjadi fondasi utama bagi seluruh proyeksi dan perencanaan ke depan. Kumpulkan laporan penjualan, bukti pengeluaran, rekening koran, serta daftar piutang dan utang yang masih berjalan. Semakin lengkap data yang Anda miliki, semakin akurat Anda menyusun rencana keuangan.
Setelah data terkumpul, tetapkan tujuan keuangan bisnis secara spesifik dan terukur. Gunakan kerangka SMART agar tujuan lebih realistis, misalnya “meningkatkan omzet 20% dalam 6 bulan” atau “mencapai laba bersih Rp10 juta per bulan pada akhir tahun”. Tanpa tujuan yang jelas, perencanaan keuangan akan kehilangan arah dan sulit dievaluasi keberhasilannya.
Buat Asumsi dan Proyeksi Keuangan
Dengan data historis dan tujuan yang sudah Anda tetapkan, langkah berikutnya adalah menentukan asumsi dasar yang menjadi landasan perencanaan Anda. Pertimbangkan tingkat inflasi, pertumbuhan pasar, kenaikan harga bahan baku, dan kondisi persaingan di industri Anda. Setelah asumsi matang, buat tiga skenario untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan: skenario terbaik, paling mungkin, dan terburuk.
Mulailah menyusun proyeksi pendapatan dan pengeluaran untuk periode mendatang. Gunakan data 12 bulan terakhir sebagai dasar, pertimbangkan faktor musiman, dan masukkan rencana ekspansi atau pengembangan produk baru. Jangan lupa tambahkan dana darurat minimal 10-15% untuk menghadapi keadaan tidak terduga.
Susun Rencana Arus Kas dan Hitung Titik Impas
Proyeksi arus kas adalah elemen paling kritis dalam perencanaan keuangan. Buatlah rencana yang menunjukkan kapan uang masuk dan kapan uang keluar. Identifikasi bulan-bulan dengan potensi arus kas negatif dan siapkan sumber pendanaan alternatif. Percepat penagihan piutang dan atur jadwal pembayaran utang agar tidak membebani kas operasional.
Secara bersamaan, hitung titik impas atau Break Even Point untuk mengetahui volume penjualan minimum yang harus dicapai agar bisnis tidak merugi. Gunakan rumus sederhana: BEP = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit). Angka ini akan menjadi tolak ukur kelayakan bisnis dan membantu Anda menentukan target penjualan harian yang realistis.
Susun Proyeksi Neraca dan Review Rencana
Proyeksi neraca menunjukkan posisi keuangan bisnis Anda di masa depan. Catat seluruh aset yang Anda miliki (uang tunai, piutang, persediaan, peralatan) dan seluruh liabilitas atau kewajiban (utang usaha, pinjaman bank). Hitung ekuitas sebagai selisih antara keduanya. Neraca yang sehat menunjukkan keseimbangan dan pertumbuhan kekayaan bersih bisnis Anda dari waktu ke waktu.
Setelah Anda menyusun semua angka, lakukan review dan validasi terhadap rencana yang telah Anda buat. Periksa apakah proyeksi pendapatan tidak terlalu optimistis, apakah biaya operasional sudah realistis, dan apakah asumsi yang Anda gunakan masih relevan. Libatkan rekan bisnis atau mentor untuk memberikan masukan objektif terhadap rencana Anda.
Tetapkan Sistem Monitoring dan Dokumentasikan
Perencanaan keuangan bukan dokumen mati yang dibuat sekali lalu dilupakan. Tetapkan jadwal evaluasi rutin, pantau penjualan dan pengeluaran harian, rekap stok mingguan, evaluasi laporan laba rugi dan arus kas bulanan, serta tinjau pencapaian target kuartalan. Jika ditemukan penyimpangan signifikan, segera analisis penyebab dan sesuaikan rencana ke depan.
Langkah terakhir adalah mendokumentasikan seluruh rencana dalam bentuk tertulis dan mengomunikasikannya kepada tim. Dokumentasi yang baik menjadi panduan operasional, memudahkan evaluasi, dan meningkatkan kredibilitas di mata investor atau kreditur. Pastikan seluruh tim memahami target keuangan dan peran masing-masing dalam mewujudkannya.
Baca Juga: Keuangan Bisnis Berantakan: Penyebab, Risiko, dan Cara Memperbaiki
Kesimpulan
Perencanaan keuangan bisnis bukanlah dokumen mewah yang hanya dimiliki perusahaan besar. Ini adalah kebutuhan mendasar bagi setiap pebisnis, termasuk UMKM, agar bisnis tidak berjalan tanpa arah. Tanpa perencanaan yang matang, arus kas menjadi kacau, pengeluaran tidak terkendali, dan pertumbuhan bisnis terhambat. Mulailah dari langkah sederhana seperti mengumpulkan data keuangan dan menetapkan tujuan, lalu kembangkan secara bertahap.
Ingat, perencanaan keuangan yang baik terdiri dari komponen-komponen penting proyeksi penjualan, anggaran pengeluaran, arus kas, laba rugi, neraca, hingga analisis BEP dan skenario. Semua komponen ini saling terhubung dan memberikan gambaran utuh tentang kesehatan bisnis Anda.
Abcpoins.com siap membantu Anda menyusun perencanaan keuangan bisnis yang lebih efektif dan terstruktur dengan menggunakan software Accurate Online. Klik gambar di bawah ini untuk menjadwalkan konsultasi gratis atau demo produk secara langsung bersama tim Abcpoins. Tidak ada biaya, tidak ada komitmen awal, hanya solusi nyata untuk bisnis Anda. Klik sekarang dan wujudkan pengelolaan keuangan bisnis yang lebih sehat!
