Setiap kedai baru yang buka tahun ini hampir pasti menyediakan menu hijau pekat. Matcha latte, croissant, tiramisu, hingga bakpia matcha selalu laris. Produk matcha juga ramai di linimasa media sosial. Namun, di balik antrean panjang dan tampilan instagramable, pelaku usaha jarang membahas pertanyaan penting. Apakah momentum ini peluang jangka panjang atau sekadar tren sesaat seperti red velvet dan taro?
Jawabannya tidak sederhana. Data menunjukkan permintaan matcha tumbuh nyata dan berkelanjutan. Namun, industri matcha menghadapi tekanan pasokan bahan baku serius dari hulu. Pemilik kafe baru sering tidak menyadari hal ini. Artikel ini akan membedah kedua sisi agar Anda memutuskan berdasarkan data, bukan sekadar ikut-ikutan viral.
Baca Juga: Kenapa Bisnis FnB Ramai, tapi Banyak yang Sulit Untung?
Data yang Menunjukkan Matcha Bukan Tren Biasa
Tren musiman biasanya naik cepat lalu turun drastis dalam hitungan bulan. Namun, data matcha menunjukkan pola yang berbeda.
GAPMMI mencatat industri makanan dan minuman nasional tumbuh 6,49% hingga kuartal III 2025. Angka ini melampaui target tahun sebelumnya (5–5,5%). Matcha menjadi salah satu pendorong utama tren menu di balik pertumbuhan tersebut.
Keyword “matcha” mencatat 165.000 pencarian bulanan di Indonesia (Feb 2025–Jan 2026). Angka ini tumbuh 123% tahunan. Keyword “matcha near me” tumbuh hingga 402%. Pola ini menunjukkan minat pasar tidak sekadar viral, tetapi juga diikuti niat beli nyata.
Riset pasar memproyeksikan nilai industri matcha global mencapai 4,1–4,6 miliar dolar AS pada 2026. Angka ini tumbuh sekitar 9–12% tahunan. Segmen B2B (kafe, restoran, produsen makanan-minuman) kini mendominasi konsumsi matcha dunia, mengalahkan ritel perorangan.
Survei YouGov menemukan 64% orang Indonesia rutin mengonsumsi teh atau kopi. Matcha kini menjadi bagian penting dari kebiasaan minum teh generasi muda di Asia Pasifik.
Kenapa Matcha Bisa Meledak Sekuat Ini di Indonesia
Ada beberapa faktor yang saling bertautan di balik popularitas matcha, bukan sekadar kebetulan tren media sosial.
Pengaruh gaya hidup Japandi. Tren estetika yang menggabungkan budaya Jepang dan Skandinavia ikut mendorong ketertarikan masyarakat terhadap produk-produk asal Jepang, termasuk matcha, sebagai bagian dari gaya hidup yang dianggap lebih tenang dan minimalis.
Generasi muda sebagai penggerak utama. Millennial dan Gen Z berusia 18-35 tahun menjadi segmen terbesar konsumen matcha, dan mereka tidak hanya mencari rasa, tapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan estetika visual produk yang mereka konsumsi.
Kesadaran kesehatan yang meningkat. Pergeseran preferensi dari minuman manis berat ke minuman yang dianggap lebih “bersih” turut mendorong matcha naik daun, karena kandungan antioksidannya dan citranya sebagai minuman fungsional.
Faktor visual yang sangat kuat di media sosial. Warna hijau pekat matcha memberi kontras foto yang menarik, dan setiap menu matcha baru cenderung mudah viral di TikTok maupun Instagram, mendorong efek bola salju dari satu kafe ke kafe lainnya.
Sisi yang Jarang Dibahas: Krisis Pasokan Matcha Global
Inilah bagian yang sering luput dari radar pelaku usaha F&B, terutama yang baru ingin ikut tren ini: di balik permintaan yang terus naik, pasokan bahan baku matcha di hulu sedang mengalami tekanan serius.
Sumber masalahnya ada di Jepang, negara penghasil matcha berkualitas tinggi terbesar di dunia. Jumlah petani teh di Jepang menurun drastis dari sekitar 53.000 orang pada 2000 menjadi hanya sekitar 12.000 orang pada 2020, dengan rata-rata usia petani yang tersisa sudah di atas 65 tahun. Di sisi lain, permintaan global melonjak jauh lebih cepat dari kemampuan produksi, sementara lahan tencha baru (daun teh khusus bahan matcha) membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa dipanen secara komersial.
Dampaknya terasa langsung ke harga. Laporan dari berbagai sumber industri menyebutkan harga tencha di lelang Jepang melonjak signifikan sepanjang 2025-2026, bahkan beberapa lot premium tercatat naik hingga dua kali lipat dari tahun sebelumnya, mendorong harga matcha grade ceremonial di tingkat grosir naik ke kisaran 30-60 persen dibanding level sebelum 2025. Beberapa produsen ternama di Jepang bahkan sempat memberlakukan pembatasan pembelian karena stok yang menipis.
Bagi pelaku usaha F&B di Indonesia, ini artinya dua hal penting. Pertama, HPP bahan baku matcha kemungkinan besar akan terus naik dalam beberapa tahun ke depan, bukan cuma fluktuasi sesaat. Kedua, semakin banyak matcha grade kuliner (culinary grade) yang lebih murah dijual dengan label “ceremonial” untuk memanfaatkan kelangkaan ini, sehingga penting bagi pemilik usaha untuk lebih selektif memilih supplier yang transparan soal asal dan grade produknya.
Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Warung Kopi bagi Pemula: Hitungan Modal, Kesalahan, dan Mengelola Keuangan
Peluang Bisnis Matcha yang Bisa Dijajal
Menu Matcha di Kafe atau Kedai Minuman yang Sudah Berjalan
Anda bisa menambahkan menu matcha tanpa perlu membangun brand baru dari nol. Cukup sisipkan varian matcha latte ke dalam menu yang sudah ada. Cara ini menawarkan risiko paling rendah untuk menguji minat pasar Anda.
Anda juga bisa mengeksplorasi menu fusion seperti matcha coffee atau matcha strawberry. Kombinasi rasa ini menarik perhatian konsumen yang mencari variasi baru. Anda tidak perlu mengubah sistem operasional dapur secara signifikan untuk menambahkan menu ini.
Modal awal untuk model bisnis ini relatif terjangkau. Anda hanya perlu investasi bubuk matcha, susu, dan peralatan seduh dasar. Estimasi modal awal berkisar Rp2-5 juta, tergantung skala kedai Anda.
Strategi ini paling cocok untuk pemilik kafe yang ingin memvalidasi permintaan pasar. Anda bisa memantau respons pelanggan selama beberapa minggu pertama. Data penjualan ini kemudian menjadi dasar keputusan untuk mengembangkan lini menu matcha lebih jauh.
Dessert dan Pastry Berbasis Matcha
Anda bisa memperluas bisnis matcha ke ranah dessert dan pastry. Matcha croissant, tiramisu, mochi, dan es krim matcha kini menjadi menu favorit di berbagai kafe dan bakery. Diversifikasi ini membuka peluang pendapatan tambahan di luar kategori minuman.
Model bisnis ini menuntut keterampilan produksi yang lebih kompleks dibanding sekadar menyeduh minuman. Anda perlu menguasai teknik baking atau pastry yang mengintegrasikan matcha tanpa merusak rasa dan warnanya. Panas berlebih saat proses baking bisa membuat warna hijau matcha berubah pudar dan rasanya menjadi pahit.
Anda juga perlu mempertimbangkan food cost yang lebih tinggi untuk kategori dessert. Bahan pendukung seperti tepung premium, mentega, dan cokelat putih menambah kompleksitas perhitungan HPP. Namun, margin keuntungan dari produk dessert biasanya lebih tinggi dibanding minuman biasa.
Segmen ini cocok untuk pelaku usaha yang sudah punya kapasitas produksi pastry. Anda bisa memanfaatkan tren matcha untuk menghidupkan kembali menu lama dengan sentuhan baru. Strategi ini efektif menarik pelanggan yang mencari pengalaman kuliner lebih dari sekadar minuman.
Retail Produk Matcha Kemasan
Anda bisa menjual bubuk matcha siap seduh sebagai produk retail mandiri. Model bisnis ini tidak membutuhkan tempat fisik seperti kafe atau resto. Anda cukup mengandalkan platform marketplace dan live shopping untuk menjangkau konsumen.
Tren belanja daring generasi muda mendukung model bisnis ini secara signifikan. Anda bisa memanfaatkan fitur live shopping di TikTok Shop atau Shopee Live untuk demonstrasi produk secara langsung. Konsumen dapat melihat proses penyeduhan sekaligus bertanya langsung tentang produk Anda.
Model ini menuntut Anda memperhatikan packaging dan branding secara lebih serius. Kemasan yang menarik menjadi faktor penentu keputusan pembelian di platform daring. Anda juga perlu memastikan kemasan menjaga kualitas bubuk matcha selama pengiriman.
Anda bisa memulai model bisnis ini dengan modal lebih kecil dibanding membuka kafe fisik. Namun, Anda perlu berinvestasi lebih besar untuk pemasaran digital dan konten promosi. Persaingan di kategori retail matcha kemasan juga cenderung lebih ketat karena barrier masuknya rendah.
Kolaborasi Lintas Bisnis
Anda bisa menjalin kemitraan dengan brand F&B lain atau pusat perbelanjaan besar. Beberapa kolaborasi seperti ini sudah mulai terlihat di berbagai mal besar Indonesia. Model kerja sama ini menunjukkan matcha bisa menjadi daya tarik tambahan di luar sektor makanan-minuman murni.
Anda bisa menawarkan booth atau pop-up store matcha di area retail non-F&B. Strategi ini memperluas jangkauan brand Anda ke segmen pengunjung yang berbeda. Anda juga mendapatkan eksposur brand tanpa harus membangun toko permanen di lokasi tersebut.
Kolaborasi ini cocok untuk brand matcha yang sudah memiliki reputasi dan basis pelanggan. Anda perlu menegosiasikan skema bagi hasil atau sewa ruang dengan pihak mitra. Model bisnis ini membutuhkan kemampuan negosiasi dan jaringan relasi yang lebih matang dibanding model bisnis lainnya.
Strategi kolaborasi lintas bisnis paling efektif dijalankan setelah brand Anda mapan. Anda sebaiknya memvalidasi produk melalui kafe atau retail terlebih dahulu. Setelah permintaan terbukti stabil, Anda baru mempertimbangkan ekspansi lewat kolaborasi yang lebih besar.
Franchise atau Kemitraan Waralaba Matcha
Anda bisa mengembangkan brand matcha yang sudah terbukti laris menjadi model waralaba. Strategi ini memungkinkan Anda memperluas jangkauan bisnis tanpa menanggung seluruh modal ekspansi sendiri. Mitra franchise menanggung sebagian besar investasi lokasi dan operasional di setiap cabang baru.
Model bisnis ini menuntut Anda menyusun SOP produksi yang benar-benar konsisten. Standar takaran, teknik penyeduhan, dan kualitas bahan baku harus sama persis di setiap cabang. Konsumen akan langsung menyadari perbedaan rasa jika standar ini tidak terjaga dengan baik.
Anda perlu membangun sistem pelatihan yang jelas untuk setiap mitra franchise baru. Pelatihan ini mencakup teknik penyeduhan, standar penyajian, hingga pengelolaan stok bahan baku. Anda juga perlu menyiapkan sistem monitoring kualitas secara berkala di setiap cabang.
Strategi ini paling cocok untuk brand matcha yang sudah punya reputasi kuat di satu atau beberapa kota. Anda sebaiknya memvalidasi resep dan operasional di toko pusat terlebih dahulu. Setelah sistemnya stabil, Anda baru menawarkan skema kemitraan kepada calon mitra.
Layanan Katering dan Suplai Event Berbasis Matcha
Anda bisa menawarkan menu matcha khusus untuk acara pernikahan, ulang tahun, atau gathering korporat. Permintaan menu unik dan estetik terus meningkat di industri katering dan event organizer. Matcha memberikan nilai tambah visual yang jarang ditawarkan katering konvensional.
Model bisnis ini menuntut Anda menyiapkan menu dalam skala produksi besar tanpa mengorbankan kualitas. Anda perlu menghitung ulang food cost per porsi berdasarkan volume pesanan yang jauh lebih besar dari operasional harian kafe. Efisiensi produksi massal menjadi kunci utama profitabilitas di segmen ini.
Anda juga bisa menawarkan paket bundling menu matcha untuk kebutuhan seremonial, seperti welcome drink matcha atau dessert table bertema hijau. Paket seperti ini memberikan pengalaman yang lebih personal dibanding menu katering standar. Klien korporat maupun personal cenderung bersedia membayar lebih untuk konsep yang unik.
Segmen ini cocok untuk pelaku usaha yang sudah memiliki jaringan relasi di industri event. Anda perlu membangun portofolio dokumentasi visual yang kuat untuk menarik klien baru. Testimoni dari acara sebelumnya menjadi alat pemasaran paling efektif di segmen ini.
Baca Juga: 15 Ide Bisnis Terlaris di Indonesia yang Cocok untuk Jualan Offline
Jasa Maklon atau Private Label Matcha untuk Bisnis Lain
Anda bisa memproduksi bubuk matcha atau produk olahan matcha untuk dijual kembali oleh brand lain. Model bisnis maklon ini memungkinkan Anda menjangkau pasar B2B, bukan hanya konsumen akhir. Banyak kafe kecil dan UMKM baru lebih memilih menggunakan jasa maklon dibanding memproduksi sendiri.
Anda perlu berinvestasi pada sourcing bahan baku berkualitas dan proses produksi yang terstandarisasi. Klien maklon biasanya menuntut konsistensi rasa dan kualitas di setiap batch produksi. Anda juga perlu menyiapkan dokumentasi legal seperti izin edar dan sertifikasi halal untuk meyakinkan calon klien.
Model bisnis ini menawarkan potensi pendapatan yang lebih stabil dibanding penjualan langsung ke konsumen. Anda mendapatkan pesanan dalam volume besar dari setiap klien, bukan transaksi eceran satu per satu. Namun, Anda perlu bersaing dengan penyedia jasa maklon lain dari segi harga dan kecepatan produksi.
Strategi ini paling cocok untuk pelaku usaha yang sudah memiliki kapasitas produksi memadai. Anda sebaiknya memulai dengan skala kecil untuk membangun reputasi di kalangan calon klien. Setelah kapasitas dan jaringan Anda berkembang, Anda bisa menawarkan layanan ini ke skala yang lebih luas.
Tantangan Nyata yang Harus Diantisipasi
Fluktuasi dan Kenaikan HPP yang Signifikan
Harga bahan baku matcha terus mengalami fluktuasi di pasar global. Pemilik usaha perlu menghitung ulang HPP secara berkala. Anda tidak boleh menetapkan harga jual sekali di awal lalu membiarkannya statis bertahun-tahun. Kenaikan biaya produksi dapat menggerus margin keuntungan Anda secara perlahan.
Risiko Produk Tidak Sesuai Grade
Banyak pemasok mengklaim produk mereka sebagai “ceremonial grade”. Padahal, kualitasnya hanya setara kuliner. Anda perlu melakukan riset supplier secara mendalam, terutama jika mengandalkan matcha premium sebagai nilai jual utama. Kesalahan memilih grade dapat menurunkan kepercayaan pelanggan dan merusak citra merek Anda.
Persaingan yang Makin Padat
Barrier masuk pasar matcha relatif rendah. Banyak kompetitor baru bermunculan dengan cepat. Setiap kedai menambahkan menu matcha ke daftar jualannya. Diferensiasi produk dan konsistensi kualitas menjadi kunci Anda bertahan di tengah keramaian pasar. Tanpa pembeda yang jelas, pelanggan mudah beralih ke pesaing.
Preferensi Rasa yang Tidak Universal
Survei di Jakarta menunjukkan mayoritas konsumen menganggap harga wajar untuk matcha ceremonial hingga Rp40.000. Anda perlu memperhitungkan batas psikologis harga ini. Meskipun biaya bahan baku terus naik, konsumen tetap memiliki ekspektasi harga. Anda harus menyeimbangkan antara kualitas premium dan harga yang masih terjangkau di mata pasar.
Ketergantungan pada Pasokan Impor
Indonesia belum memiliki perkebunan matcha yang signifikan. Anda bergantung pada pasokan dari Jepang dan negara penghasil lainnya. Fluktuasi nilai tukar dan kebijakan ekspor dapat mengganggu stabilitas pasokan. Anda perlu menjalin hubungan dengan beberapa supplier untuk mengurangi risiko ini.
Biaya Logistik dan Penyimpanan Khusus
Matcha membutuhkan penyimpanan khusus untuk menjaga kualitasnya. Anda harus menyimpannya di tempat sejuk dan terlindung dari cahaya. Biaya logistik dan cold storage menambah beban operasional Anda. Kesalahan penyimpanan dapat menurunkan kualitas produk dan merugikan bisnis Anda.
Pendidikan Pasar yang Masih Rendah
Banyak konsumen belum memahami perbedaan grade matcha. Anda perlu mengedukasi pelanggan tentang kualitas dan nilai produk. Edukasi ini membutuhkan waktu dan biaya tambahan. Namun, pelanggan yang teredukasi cenderung lebih loyal dan menghargai produk premium Anda.
Strategi agar Bisnis Matcha Bertahan, Bukan Sekadar Ikut Tren
Kunci Harga dengan Supplier Terpercaya Lebih Awal
Tren kenaikan harga matcha diperkirakan berlanjut. Anda perlu menjalin kerja sama jangka panjang dengan supplier yang transparan. Langkah ini membantu Anda menstabilkan biaya produksi. Hindari bergantung pada satu supplier saja untuk mengurangi risiko.
Diversifikasi Grade Produk
Tidak semua menu harus menggunakan matcha ceremonial termahal. Anda dapat mengombinasikan grade kuliner untuk menu dessert. Gunakan grade lebih tinggi untuk menu andalan Anda. Strategi ini menjaga margin keuntungan tetap sehat.
Hitung Ulang HPP Secara Rutin
Volatilitas harga bahan baku matcha sangat tinggi. Anda tidak boleh menghitung HPP sekali di awal saja. Evaluasi HPP setidaknya setiap tiga bulan menjadi keharusan. Langkah ini membantu Anda menyesuaikan harga jual secara tepat.
Bangun Diferensiasi di Luar Sekadar “Ikut Tren Hijau”
Kualitas rasa yang konsisten menjadi nilai jual utama Anda. Presentasi visual yang khas juga memperkuat citra merek. Storytelling produk, misalnya soal asal bahan atau proses pembuatan, akan membedakan brand Anda. Kompetitor yang hanya menambahkan matcha karena viral tidak akan memiliki pembeda ini.
Perkuat Kualitas Rasa dan Konsistensi Produk
Pelanggan matcha cenderung kritis terhadap rasa. Anda harus memastikan setiap sajian memiliki cita rasa yang konsisten. Training barista atau staf dapur menjadi investasi penting. Konsistensi inilah yang membangun loyalitas pelanggan jangka panjang.
Kelola Stok Bahan Baku dengan Cermat
Matcha memiliki masa simpan terbatas. Anda perlu mengelola stok agar tidak berlebihan. Stok yang terlalu banyak dapat menurunkan kualitas produk. Stok yang terlalu sedikit menghambat operasional Anda. Manajemen stok yang baik menjaga kualitas dan efisiensi biaya.
Manfaatkan Data Penjualan untuk Pengambilan Keputusan
Data penjualan matcha memberikan banyak insight berharga. Anda dapat mengetahui menu mana yang paling laris. Anda juga bisa melihat pola pembelian pelanggan. Gunakan data ini untuk menyesuaikan strategi harga, promosi, dan pengembangan produk.
Baca Juga: 15 Ide Bisnis Terlaris di Indonesia yang Cocok untuk Jualan Offline
Pertanyaan Umum Seputar Bisnis Matcha
Apakah bisnis matcha masih layak dimulai di tahun 2026?
Layak, dengan catatan. Data permintaan pasar masih tumbuh kuat dan belum menunjukkan tanda-tanda tren ini akan segera meredup. Namun karena tekanan harga bahan baku di sisi hulu cukup signifikan, pelaku usaha perlu masuk dengan perhitungan HPP yang matang sejak awal, bukan sekadar mengikuti euforia viral tanpa strategi harga jangka panjang.
Apa perbedaan matcha ceremonial grade dan culinary grade yang perlu diketahui pemilik usaha?
Ceremonial grade berasal dari daun teh pilihan dengan proses penggilingan halus khusus, biasanya untuk diminum murni tanpa campuran, sehingga harganya jauh lebih tinggi. Culinary grade memiliki rasa lebih pekat dan cenderung lebih terjangkau, cocok untuk dicampur susu, dessert, atau minuman fusion lainnya. Memahami perbedaan ini penting agar pemilik usaha tidak salah menentukan harga jual atau justru membayar mahal untuk grade yang sebenarnya tidak dibutuhkan menunya.
Kesimpulan
Matcha di tahun 2026 bukan sekadar tren yang meledak lalu menghilang. Data pertumbuhan pasar, pola pencarian daring, dan pergeseran preferensi konsumen membuktikan hal ini. Momentum ini punya fondasi kuat untuk bertahan lebih lama dibanding tren kuliner viral lainnya. Namun, tekanan pasokan bahan baku global tetap menjadi risiko nyata bagi pelaku usaha. Anda perlu memperhitungkan risiko ini sebelum masuk ke kategori bisnis ini.
Peluang besar dan tren sesaat sebenarnya tidak saling meniadakan. Anda bisa menjadikan bisnis matcha peluang besar dengan menyikapinya secara serius. Kontrol HPP dan pemilihan supplier yang tepat menjadi kunci utamanya. Sebaliknya, menambahkan menu hijau tanpa perhitungan matang membawa risiko besar. Kenaikan harga bahan baku bisa menggerus margin Anda dengan cepat. Bisnis ini pun terasa seperti tren sesaat yang menguras modal.
HPP bahan baku matcha terus bergerak mengikuti harga pasar global. Mengandalkan perhitungan manual jelas membawa risiko besar bagi bisnis Anda. Anda butuh sistem yang memantau pergerakan harga bahan baku otomatis. Sistem ini juga menghitung ulang HPP setiap kali biaya berubah. Dengan begitu, Anda selalu mengambil keputusan harga jual yang tepat.
Software akuntansi Accurate bisa membantu Anda mengatasi tantangan ini. Accurate mencatat setiap perubahan harga bahan baku secara real time. Sistem ini juga memantau stok matcha dan bahan pendukung lainnya. Accurate menghitung ulang HPP otomatis setiap kali biaya produksi berubah. Anda tidak perlu lagi menebak-nebak harga jual di tengah fluktuasi pasar.
Ingin tahu bagaimana Accurate menyesuaikan kebutuhan bisnis kuliner Anda? Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda secara gratis bersama tim Accurate. Anda juga bisa membaca strategi bisnis F&B lainnya di Abcpoins.com.

