Akuntansi

Mudahkan Keuangan Bisnis dengan Software Akuntansi Pet Shop dan Klinik Hewan

Setiap bisnis membutuhkan sistem keuangan yang rapi, termasuk bisnis di industri hewan peliharaan. Baik pet shop, klinik hewan, pet grooming, pet hotel, maupun distributor produk hewan, semuanya harus mengelola penjualan, persediaan, hingga laporan keuangan secara akurat agar bisnis dapat terus berkembang.

Pertumbuhan pet industry di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan tren yang sangat positif. Nilai pasar industri perawatan hewan peliharaan diperkirakan mencapai USD 3,07 miliar pada 2026, meningkat dari sekitar USD 2,8 miliar pada 2025, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sekitar 9,5% hingga beberapa tahun ke depan. Semakin banyaknya pemilik hewan peliharaan membuat kebutuhan terhadap layanan pet shop, klinik hewan, grooming, pet hotel, hingga penjualan makanan dan obat hewan ikut meningkat.

Namun, pertumbuhan bisnis juga menghadirkan tantangan baru. Semakin banyak transaksi yang terjadi, semakin sulit pula mengelola stok produk, layanan, pembayaran pelanggan, hingga laporan keuangan jika masih menggunakan pencatatan manual atau spreadsheet. Karena itu, banyak pelaku usaha mulai menggunakan software akuntansi agar operasional bisnis dapat berjalan lebih efisien sekaligus menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat.

Baca Juga: Cara Memilih Software Akuntansi Online Terbaik untuk Bisnis

Tantangan Mengelola Bisnis Pet industry

Industri hewan peliharaan terus berkembang seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang memelihara anjing, kucing, kelinci, burung, hingga hewan eksotis lainnya. Kondisi ini membuka peluang bisnis yang besar bagi pet shop, klinik hewan, pet grooming, pet hotel, maupun distributor produk hewan.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, operasional bisnis juga menjadi semakin kompleks. Pemilik usaha tidak hanya melayani pelanggan, tetapi juga harus mengelola ribuan produk, stok obat, jadwal layanan, transaksi penjualan, hingga laporan keuangan dalam waktu yang bersamaan.

Apabila perusahaan masih mengelola seluruh proses tersebut secara manual atau menggunakan spreadsheet, perusahaan akan meningkatkan risiko kesalahan setiap kali jumlah transaksi bertambah. Berikut beberapa tantangan yang paling sering dihadapi pelaku bisnis pet industry.

Mengelola Penjualan Produk dan Layanan dalam Satu Sistem

Berbeda dengan toko retail pada umumnya, bisnis pet industry tidak hanya menjual produk, tetapi juga menawarkan berbagai jenis layanan.

Sebagai contoh, sebuah klinik hewan dapat melayani konsultasi dokter, vaksinasi, tindakan operasi, rawat inap, grooming, hingga penjualan obat dan makanan hewan dalam satu hari. Sementara itu, pet shop juga dapat menyediakan layanan grooming, penitipan hewan (pet hotel), maupun penjualan aksesoris.

Setiap layanan memiliki alur transaksi yang berbeda. Produk membutuhkan pengurangan stok, sedangkan layanan memerlukan pencatatan biaya jasa dan tenaga kerja. Jika perusahaan menggunakan sistem yang terpisah untuk mencatat penjualan produk dan layanan, proses rekonsiliasi akan menjadi lebih rumit dan berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan.

Karena itu, bisnis pet industry membutuhkan sistem yang mampu mengelola seluruh jenis transaksi dalam satu database sehingga proses operasional menjadi lebih sederhana dan laporan keuangan tetap akurat.

Kesulitan Mengontrol Persediaan Produk dan Obat

Persediaan menjadi salah satu aset terbesar dalam bisnis pet industry. Mulai dari makanan hewan, vitamin, obat-obatan, sampo, aksesoris, hingga berbagai perlengkapan medis harus selalu tersedia agar pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu.

Sayangnya, banyak pelaku usaha masih melakukan pencatatan stok secara manual. Cara tersebut sering menyebabkan selisih antara stok fisik dan stok yang tercatat di sistem.

Akibatnya, perusahaan dapat mengalami berbagai masalah, seperti:

  • Produk habis ketika pelanggan ingin membeli.
  • Terjadi kelebihan stok pada produk yang kurang diminati.
  • Kesalahan pemesanan barang kepada supplier.
  • Sulit mengetahui produk yang paling cepat terjual.
  • Nilai persediaan pada laporan keuangan menjadi tidak akurat.

Semakin banyak jenis produk yang dijual, semakin sulit pula mengelola persediaan tanpa bantuan sistem yang terintegrasi.

Baca Juga: Panduan Memilih Software Akuntansi Terbaik untuk UMKM

Sulit Memantau Batch dan Tanggal Kedaluwarsa Obat

Khusus bagi klinik hewan maupun pet shop yang menjual obat, vaksin, vitamin, atau produk kesehatan hewan, pengelolaan stok tidak hanya sebatas menghitung jumlah barang.

Perusahaan juga perlu memastikan setiap produk masih berada dalam masa berlaku dan menggunakan batch yang benar ketika melakukan penjualan atau tindakan medis.

Jika perusahaan masih mengelola proses tersebut secara manual, perusahaan akan lebih sulit mengendalikan penggunaan obat yang mendekati atau melewati tanggal kedaluwarsa. Akibatnya, perusahaan berpotensi mengalami kerugian karena tidak dapat menjual produk tersebut serta menurunkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Oleh karena itu, banyak bisnis pet industry mulai mencari sistem yang mampu membantu memantau nomor batch, tanggal kedaluwarsa, serta pergerakan stok secara lebih terstruktur.

Kesulitan Menghitung Keuntungan Setiap Layanan

Tidak sedikit pemilik pet shop atau klinik hewan yang hanya mengetahui total omzet setiap bulan, tetapi belum mengetahui layanan mana yang sebenarnya memberikan keuntungan terbesar.

Sebagai contoh, layanan grooming mungkin memiliki jumlah transaksi yang tinggi, tetapi biaya operasionalnya juga cukup besar karena melibatkan tenaga kerja, perlengkapan, sampo, dan listrik. Di sisi lain, penjualan makanan hewan mungkin memiliki margin yang berbeda dibandingkan penjualan obat atau aksesoris.

Tanpa pencatatan yang baik, perusahaan akan kesulitan mengevaluasi profitabilitas setiap layanan maupun setiap kategori produk. Akibatnya, keputusan bisnis sering dibuat berdasarkan perkiraan, bukan berdasarkan data yang akurat.

Padahal, informasi tersebut sangat penting untuk menentukan strategi promosi, menetapkan harga, maupun mengembangkan layanan yang paling menguntungkan.

Sulit Mengelola Piutang Pelanggan dan Pembayaran Supplier

Tidak semua transaksi di pet industry dilakukan secara tunai. Klinik hewan sering bekerja sama dengan komunitas, breeder, rescue, maupun pelanggan corporate yang menggunakan sistem pembayaran bertahap atau kredit.

Di sisi lain, perusahaan juga harus mengelola hutang kepada supplier obat, makanan hewan, dan berbagai perlengkapan operasional.

Apabila perusahaan masih mencatat seluruh transaksi secara manual, perusahaan akan kesulitan memantau invoice yang sudah jatuh tempo, mengidentifikasi pelanggan yang belum membayar, serta mengelola kewajiban pembayaran kepada supplier.

Kondisi ini dapat mengganggu arus kas perusahaan dan meningkatkan risiko keterlambatan pembayaran maupun piutang yang tidak tertagih.

Laporan Keuangan Membutuhkan Waktu Lama untuk Disusun

Sebagian besar pemilik bisnis ingin mengetahui kondisi usahanya setiap saat. Namun, apabila seluruh transaksi masih direkap secara manual dari berbagai sumber, penyusunan laporan keuangan sering membutuhkan waktu yang cukup lama.

Tim administrasi harus mencocokkan data penjualan, pembelian, persediaan, kas, bank, hingga jurnal akuntansi sebelum menghasilkan laporan laba rugi maupun neraca.

Selain memakan waktu, proses tersebut juga meningkatkan risiko kesalahan pencatatan. Akibatnya, pemilik usaha terlambat memperoleh informasi mengenai keuntungan, kondisi arus kas, maupun nilai persediaan yang sebenarnya.

Padahal, laporan keuangan yang cepat dan akurat sangat membantu pemilik bisnis dalam mengambil keputusan, mengontrol biaya operasional, serta merencanakan pengembangan usaha ke depannya.

Infografis Software Akuntansi untuk Pet Shop

Software Akuntansi Seperti Apa yang Dibutuhkan Pet industry?

Memilih software untuk pet shop atau klinik hewan tidak cukup hanya melihat harga atau banyaknya fitur yang ditawarkan. Sistem yang tepat harus mampu mendukung aktivitas operasional sehari-hari sekaligus membantu pemilik usaha mengelola keuangan dengan lebih mudah.

Banyak pelaku bisnis awalnya hanya menggunakan aplikasi kasir (POS) untuk mencatat penjualan. Namun, seiring berkembangnya usaha, kebutuhan bisnis juga semakin kompleks. Data penjualan perlu terhubung dengan persediaan, pembelian, laporan keuangan, hingga pengelolaan pelanggan agar seluruh proses berjalan lebih efisien.

Karena itu, sebelum memilih software, pastikan sistem yang digunakan memiliki fitur-fitur berikut.

Mampu Mengelola Penjualan Produk dan Layanan dalam Satu Sistem

Bisnis pet industry memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan toko retail pada umumnya. Selain menjual produk seperti makanan, vitamin, obat, dan aksesoris, banyak pelaku usaha juga menawarkan berbagai layanan, seperti grooming, konsultasi dokter hewan, vaksinasi, pet hotel, hingga tindakan medis.

Software yang digunakan sebaiknya mampu mencatat seluruh transaksi tersebut dalam satu sistem. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu menggunakan aplikasi yang berbeda untuk mengelola penjualan produk dan layanan.

Selain mempermudah operasional, seluruh transaksi juga akan langsung tercatat sebagai dasar penyusunan laporan keuangan sehingga proses administrasi menjadi lebih sederhana.

Baca Juga: Software Akuntansi untuk Bengkel: Bantu Rapihkan Keuangan Bisnis

Memiliki Manajemen Persediaan yang Lengkap

Persediaan merupakan salah satu aset terbesar pada bisnis pet industry. Oleh karena itu, software yang dipilih harus mampu membantu perusahaan mengelola stok secara akurat.

Idealnya, sistem dapat memperbarui jumlah stok secara otomatis setiap kali terjadi transaksi pembelian, penjualan, retur, maupun penyesuaian persediaan.

Beberapa fitur yang sebaiknya tersedia antara lain:

  • Multi gudang
  • Transfer stok antar gudang
  • Stock opname
  • Penyesuaian persediaan
  • Riwayat pergerakan barang
  • Kartu stok

Dengan fitur tersebut, pemilik usaha dapat mengetahui kondisi persediaan secara real time tanpa harus melakukan pengecekan manual setiap hari.

Mendukung Pengelolaan Batch dan Tanggal Kedaluwarsa

Bagi klinik hewan maupun pet shop yang menjual obat, vaksin, vitamin, dan produk kesehatan, kemampuan mengelola nomor batch serta tanggal kedaluwarsa menjadi nilai tambah yang sangat penting.

Fitur ini membantu perusahaan menentukan produk yang harus digunakan atau dijual terlebih dahulu sehingga perusahaan dapat mengurangi risiko kerugian akibat barang kedaluwarsa.

Selain meningkatkan efisiensi operasional, pengelolaan batch yang baik membantu perusahaan menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan karena perusahaan dapat menelusuri setiap produk dengan lebih mudah.

Menghubungkan POS dengan Laporan Keuangan

Banyak bisnis masih menggunakan aplikasi kasir yang berdiri sendiri. Akibatnya, setiap transaksi penjualan harus dipindahkan kembali ke software akuntansi atau bahkan dicatat ulang secara manual.

Cara kerja seperti ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga meningkatkan risiko kesalahan pencatatan.

Software yang ideal sebaiknya mampu menghubungkan transaksi POS dengan sistem akuntansi. Ketika kasir menyelesaikan transaksi, sistem akan langsung memperbarui stok, kas, piutang (jika ada), hingga laporan keuangan secara otomatis.

Dengan integrasi tersebut, pemilik usaha dapat mengurangi pekerjaan administratif sekaligus memperoleh informasi keuangan yang lebih akurat.

Menyediakan Laporan Keuangan Secara Cepat

Setiap pemilik usaha tentu ingin mengetahui perkembangan bisnisnya tanpa harus menunggu akhir bulan. Karena itu, software akuntansi sebaiknya mampu menyajikan laporan keuangan secara otomatis berdasarkan transaksi yang telah dicatat.

Beberapa laporan yang umumnya dibutuhkan pelaku pet industry antara lain:

  • Laporan Laba Rugi
  • Neraca
  • Arus Kas
  • Penjualan Produk
  • Penjualan Layanan
  • Persediaan
  • Piutang Pelanggan
  • Hutang Supplier
  • Produk Terlaris
  • Margin Keuntungan

Mendukung Multi User dengan Hak Akses Berbeda

Seiring berkembangnya bisnis, jumlah karyawan yang menggunakan sistem juga akan bertambah. Oleh karena itu, software sebaiknya mendukung penggunaan oleh banyak pengguna dengan hak akses yang berbeda.

Sebagai contoh:

  • Kasir hanya dapat melakukan transaksi penjualan.
  • Admin gudang mengelola persediaan.
  • Dokter hewan mengakses data layanan medis.
  • Bagian keuangan mengelola pembayaran dan laporan keuangan.
  • Pemilik usaha dapat melihat seluruh laporan bisnis.

Pembagian hak akses membantu menjaga keamanan data sekaligus memperjelas tanggung jawab setiap pengguna. Sehingga setiap alur keuangan dapat dipertanggungjawabkan oleh setiap individu.

Mudah Digunakan dan Dapat Berkembang Bersama Bisnis

Tidak semua bisnis pet industry langsung memiliki banyak cabang atau puluhan karyawan. Banyak usaha memulai operasional dari satu toko atau satu klinik sebelum berkembang menjadi jaringan bisnis yang lebih besar.

Karena itu, pilihlah software yang mudah digunakan sejak awal, tetapi tetap mampu mengikuti perkembangan bisnis di masa depan. Sistem yang fleksibel akan memudahkan perusahaan menambah pengguna, membuka cabang baru, atau mengelola transaksi yang semakin banyak tanpa harus berpindah ke software lain.

Dengan memilih software yang dapat berkembang bersama bisnis, perusahaan dapat menghemat waktu, biaya implementasi, sekaligus menjaga konsistensi data dalam jangka panjang.

Baca Juga: Software Akuntansi Apa Saja yang Dibutuhkan Bisnis? Kenali Fungsinya Berdasarkan Industri

Kesimpulan

Industri hewan peliharaan di Indonesia terus berkembang dan membuka peluang bisnis yang semakin besar bagi pet shop, klinik hewan, pet grooming, pet hotel, hingga distributor produk hewan. Namun, seiring pertumbuhan bisnis, perusahaan harus menangani operasional yang semakin kompleks. Perusahaan perlu mengelola penjualan produk dan layanan, mengontrol persediaan, memantau stok obat, mengelola piutang, hingga menyusun laporan keuangan.

Jika perusahaan masih menjalankan seluruh proses tersebut secara manual atau menggunakan beberapa aplikasi yang terpisah, perusahaan akan lebih sering mengalami kesalahan pencatatan dan mengambil keputusan lebih lambat. Oleh karena itu, memilih software POS & akuntansi yang terintegrasi menjadi langkah penting untuk membantu bisnis bekerja lebih efisien sekaligus menjaga akurasi data.

Kombinasi Accurate POS dan Accurate Online dapat menjadi solusi bagi pelaku bisnis pet industry yang ingin menghubungkan proses penjualan, pengelolaan stok, pembelian, hingga laporan keuangan dalam satu sistem. Dengan data yang saling terintegrasi, Anda dapat memantau kondisi bisnis secara real time, mengurangi pekerjaan administratif, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih akurat.

Konsultasikan Kebutuhan Software Pet industry Bersama ABCPoins

Memilih software yang tepat tidak hanya bergantung pada banyaknya fitur, tetapi juga pada proses implementasi dan pendampingan agar sistem benar-benar sesuai dengan alur operasional bisnis Anda.

Sebagai Official Partner Accurate, ABCPoins siap membantu Anda mulai dari konsultasi kebutuhan bisnis, implementasi Accurate Online dan Accurate POS, migrasi data dari sistem lama atau Excel, pelatihan pengguna, hingga dukungan teknis setelah sistem digunakan.

Baik Anda mengelola pet shop, klinik hewan, pet grooming, pet hotel, maupun bisnis distribusi produk hewan, tim ABCPoins siap membantu Anda menerapkan sistem yang lebih terintegrasi agar operasional berjalan lebih efisien dan laporan keuangan menjadi lebih akurat.

Hubungi tim ABCPoins sekarang untuk mendapatkan konsultasi dan demo Accurate Online sesuai kebutuhan bisnis pet industry Anda.

Related posts

Perbedaan Belanja Operasional dan Modal: Panduan Lengkap untuk Pebisnis

admin

Keamanan Data Software Akuntansi: Wajib Dipahami Pemilik Bisnis

admin

Pengertian Akuntansi Keperilakuan: Cara Kerja dan Fungsinya

Ade Muthia