Cara Menghitung Pembukuan Bisnis Penyewaan Lapangan Olahraga agar Keuntungan Lebih Terukur
Mengenal Bisnis Penyewaan Lapangan Olahraga
Bisnis penyewaan lapangan olahraga merupakan salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga dan gaya hidup sehat.
Jenis usaha ini mencakup penyewaan lapangan futsal, badminton, mini soccer, tenis, basket, hingga padel. Pendapatan bisnis biasanya berasal dari biaya sewa lapangan per jam, penyewaan peralatan olahraga, penjualan minuman, serta layanan tambahan lainnya.
Namun, memiliki lapangan yang selalu ramai belum tentu menjamin bisnis menghasilkan keuntungan besar. Pemilik usaha tetap perlu memperhitungkan biaya operasional, perawatan fasilitas, gaji karyawan, biaya listrik, dan pengeluaran lainnya.
Karena itu, pembukuan yang rapi sangat penting untuk mengetahui omzet, biaya operasional, keuntungan bersih, serta kondisi keuangan bisnis secara lebih akurat.
1. Mengapa Pembukuan Penting untuk Bisnis Penyewaan Lapangan?
Berikut beberapa manfaat pembukuan bagi pemilik usaha penyewaan lapangan olahraga.
1. Mengetahui omzet usaha
Pembukuan membantu pemilik usaha mengetahui total pendapatan dari penyewaan lapangan setiap hari, minggu, dan bulan.
2. Menghitung keuntungan dengan lebih akurat
Pendapatan yang diterima tidak seluruhnya menjadi keuntungan. Biaya operasional dan penyusutan fasilitas juga perlu diperhitungkan.
3. Mengontrol jadwal dan transaksi penyewaan
Catatan pemesanan membantu mengurangi risiko jadwal bentrok, transaksi yang terlewat, atau pembayaran yang belum diterima.
4. Memantau arus kas
Pemilik usaha dapat mengetahui jumlah uang masuk dan keluar, termasuk pembayaran pelanggan, gaji, tagihan listrik, dan biaya perawatan.
5. Merencanakan perawatan dan pengembangan fasilitas
Data keuangan membantu menentukan kapan bisnis mampu melakukan perbaikan lantai lapangan, mengganti lampu, membeli peralatan baru, atau menambah fasilitas.
6. Mempermudah pelaporan pajak
Catatan pendapatan dan pengeluaran yang lengkap membantu pemilik usaha menyiapkan data untuk menghitung dan melaporkan kewajiban pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Cara Menghitung Omzet Penyewaan Lapangan
Omzet merupakan total pendapatan dari penjualan jasa dan produk sebelum dikurangi biaya operasional.
Rumus sederhananya:
Omzet penyewaan lapangan = Total jam sewa terjual × Tarif sewa per jam
Sebagai contoh, sebuah usaha memiliki dua lapangan badminton dengan tarif sewa Rp100.000 per jam.
Dalam satu bulan, setiap lapangan berhasil disewa selama 144 jam.
Perhitungannya:
| Keterangan | Perhitungan | Total |
|---|---|---|
| Lapangan pertama | 144 jam × Rp100.000 | Rp14.400.000 |
| Lapangan kedua | 144 jam × Rp100.000 | Rp14.400.000 |
| Total omzet sewa | Rp28.800.000 |
Jika bisnis memperoleh pendapatan tambahan dari penyewaan raket, penjualan shuttlecock, dan minuman sebesar Rp2.400.000, total pendapatan bulan tersebut menjadi:
Rp28.800.000 + Rp2.400.000 = Rp31.200.000
Angka tersebut merupakan omzet sebelum dikurangi biaya usaha.
3. Cara Menghitung Biaya Operasional
Untuk mengetahui keuntungan yang sebenarnya, seluruh biaya yang berkaitan dengan operasional usaha perlu dicatat.
Contoh biaya operasional bisnis penyewaan lapangan meliputi:
- Sewa tempat atau biaya penggunaan lahan.
- Gaji karyawan dan petugas kebersihan.
- Listrik dan air.
- Perawatan lapangan dan peralatan olahraga.
- Biaya administrasi dan pemasaran.
- Biaya internet dan sistem pemesanan.
- Penyusutan bangunan, lampu, serta peralatan yang digunakan dalam jangka panjang.
- Bunga pinjaman usaha, jika ada.
Setiap pengeluaran sebaiknya disertai bukti transaksi agar mudah diperiksa kembali.
Perlu diperhatikan bahwa pembelian aset seperti pembangunan lapangan atau pembelian peralatan berumur panjang tidak selalu dibebankan seluruhnya sebagai biaya pada bulan pembelian. Perlakuan akuntansinya perlu disesuaikan dengan jenis aset dan ketentuan yang berlaku.
4. Contoh Menghitung Keuntungan Bisnis Penyewaan Lapangan
Mari kita gunakan contoh bisnis dengan dua lapangan badminton.
A. Pendapatan bulanan
| Sumber pendapatan | Jumlah |
|---|---|
| Penyewaan lapangan | Rp28.800.000 |
| Penjualan minuman dan peralatan | Rp2.400.000 |
| Total pendapatan | Rp31.200.000 |
B. Biaya operasional bulanan
| Jenis biaya | Jumlah |
|---|---|
| Sewa tempat | Rp8.000.000 |
| Gaji karyawan | Rp6.000.000 |
| Listrik dan air | Rp2.500.000 |
| Kebersihan | Rp1.000.000 |
| Perawatan lapangan | Rp1.200.000 |
| Administrasi dan pemasaran | Rp800.000 |
| Penyusutan fasilitas | Rp1.000.000 |
| Total biaya | Rp20.500.000 |
C. Perhitungan laba
Rumus perhitungan laba sebelum pajak:
Laba sebelum pajak = Total pendapatan − Total biaya
Rp31.200.000 − Rp20.500.000 = Rp10.700.000
Dengan demikian, berdasarkan ilustrasi tersebut, bisnis memperoleh laba sebelum pajak sebesar Rp10.700.000 dalam satu bulan.
Angka ini merupakan contoh perhitungan, bukan jaminan hasil usaha. Biaya bunga, biaya lain yang belum dicantumkan, serta perlakuan pajak dapat memengaruhi hasil akhirnya.
5. Cara Membuat Pembukuan Harian Penyewaan Lapangan
Agar laporan keuangan bulanan lebih akurat, setiap transaksi perlu dicatat secara rutin.
Contoh format pembukuan harian:
| Tanggal | Keterangan | Pendapatan | Pengeluaran |
|---|---|---|---|
| 01/10/2026 | Sewa lapangan A, 2 jam | Rp200.000 | – |
| 01/10/2026 | Sewa lapangan B, 3 jam | Rp300.000 | – |
| 01/10/2026 | Penjualan minuman | Rp100.000 | – |
| 01/10/2026 | Pembelian perlengkapan kebersihan | – | Rp50.000 |
| Total | Rp600.000 | Rp50.000 |
Dari catatan tersebut, selisih pendapatan dan pengeluaran yang dicontohkan adalah Rp550.000. Namun, angka ini belum tentu merupakan laba hari itu karena masih ada biaya lain yang harus dialokasikan, seperti gaji, sewa tempat, dan penyusutan fasilitas.
Selain pembukuan harian, pemilik usaha sebaiknya memiliki catatan tambahan berupa:
- Jadwal pemesanan: nama pelanggan, tanggal, jam, lapangan, tarif, dan status pembayaran.
- Piutang pelanggan: tagihan yang belum dibayar.
- Uang muka pelanggan: pembayaran untuk jadwal sewa mendatang yang perlu dicatat sesuai sifat transaksinya.
- Pengeluaran operasional: rincian biaya dan bukti pembayaran.
- Aset usaha: daftar fasilitas, harga perolehan, dan informasi penyusutannya.
- Laporan bulanan: ringkasan pendapatan, biaya, laba rugi, serta arus kas.
6. Bedakan Omzet, Laba, dan Saldo Kas
Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam bisnis adalah menganggap saldo rekening sebagai keuntungan.
Padahal, ketiganya memiliki arti berbeda.
Omzet adalah total pendapatan dari penjualan jasa dan produk.
Laba adalah pendapatan dikurangi beban yang diakui dalam periode terkait.
Saldo kas adalah uang yang tersedia dalam kas dan rekening bank pada suatu waktu.
Sebagai contoh, pelanggan membayar uang muka Rp1.000.000 untuk menyewa lapangan pada bulan berikutnya. Uang tersebut sudah menambah kas, tetapi pendapatan jasa belum tentu dapat diakui seluruhnya pada saat uang diterima. Pencatatannya perlu mengikuti kapan jasa diberikan dan ketentuan akuntansi yang relevan.
Begitu pula ketika pemilik mengambil uang bisnis untuk kebutuhan pribadi. Pengambilan tersebut perlu dicatat secara terpisah dan tidak otomatis menjadi biaya operasional usaha.
Dengan memahami perbedaan ini, pemilik bisnis dapat menilai kondisi usaha secara lebih tepat.
7. Permudah Pembukuan dengan Accurate Online
Jika transaksi penyewaan lapangan semakin banyak, pencatatan menggunakan buku tulis atau beberapa file spreadsheet dapat menyulitkan proses rekapitulasi.
Software akuntansi seperti Accurate Online dapat membantu bisnis mengelola pencatatan keuangan secara lebih terstruktur, sesuai konfigurasi dan alur kerja yang digunakan.
Beberapa manfaat yang dapat dimanfaatkan antara lain:
- Pencatatan pendapatan: membantu mencatat transaksi jasa penyewaan dan pendapatan tambahan.
- Pemantauan pengeluaran: membantu mengelompokkan biaya operasional berdasarkan jenisnya.
- Laporan laba rugi: membantu melihat pendapatan, beban, dan hasil usaha berdasarkan transaksi yang telah dicatat.
- Laporan arus kas: membantu memantau arus uang masuk dan keluar.
- Pengelolaan piutang: membantu memantau tagihan pelanggan yang belum dilunasi.
- Pemantauan aset dan penyusutan: membantu pencatatan aset usaha sesuai modul dan konfigurasi yang digunakan.
- Data untuk administrasi pajak: membantu menyiapkan informasi keuangan yang dibutuhkan dalam proses perpajakan.
Untuk kebutuhan khusus seperti jadwal lapangan, durasi pemakaian, dan ketersediaan slot, bisnis juga perlu memastikan apakah diperlukan sistem reservasi atau integrasi tambahan. Fitur akuntansi tidak otomatis menggantikan sistem pemesanan lapangan.
Dengan pencatatan yang teratur, pemilik usaha dapat lebih mudah mengevaluasi kinerja bisnis dan mengambil keputusan berdasarkan data keuangan.
Kesimpulan
Bisnis penyewaan lapangan olahraga membutuhkan lebih dari sekadar fasilitas yang baik dan pelanggan yang ramai. Pengelolaan keuangan yang teratur menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Dengan mencatat setiap pendapatan dan pengeluaran, menghitung biaya operasional, serta menyusun laporan keuangan secara rutin, pemilik bisnis dapat mengetahui omzet, laba, dan kondisi kas dengan lebih jelas.
Jika jumlah transaksi semakin besar, penggunaan software akuntansi dapat membantu mengurangi pekerjaan rekapitulasi manual dan membuat informasi keuangan lebih mudah dipantau.
Ingin pembukuan bisnis lebih rapi dan terstruktur?
Kunjungi www.ABCPOINS.com untuk mendapatkan informasi seputar solusi bisnis, digitalisasi pembukuan, dan software Accurate Online.
Untuk informasi dan konsultasi kebutuhan software akuntansi bisnis Anda, hubungi:
Halo Accurate 021-7592-1439 / 0812-110-7666 / 0811-910-121