Uncategorized

Mengenal Istilah Akuntansi Depresiasi dan Amortisasi

Bagi Banyak orang istilah akuntansi sulit untuk di pahami, tak jarang banyak yang menyerah dalam memahami istilah-istilah tersebut, untuk mereka yang mempunyai bisnis banyak merekrut akuntan professional tidak hanya untuk menangani keuangan perusahaan nya tapi juga untuk memberi saran bagi managemen, dan tentunya dengan merekrut akuntan professional perusahaan akan mengeluarkan cost yang tidak sedikit.

Berikut ini istilah yang sering ada di akuntansi yang akan bermanfaat untuk di ketahui tidak hanya untuk anda yang mempunyai bisnis agar mengerti apa yang orangakunting bicarakan atau bagi orang awam yang ingin belajar mengatur keuangan lebih baik, Salah satu istilah yang perlu Anda ketahui dalam bidang keuangan adalah 3 jenis penyusutan yang dikenal dengan Amortisasi, Depresiasi dan Deplesi. Yup, dari namanya saja kita sudah kesulitan untuk mengingatnya apalagi harus memahami arti dari kata-kata tersebut. Namun, mari cari tahu arti sederhana dan perbedaan dari ketiga istilah tersebut.

  1. Depresiasi

Depresiasi, suatu prosedur dalam mengalokasikan biaya penyusutan terhadap aset tetap selama periode yang diharapkan mendapat manfaat dari penggunaan aset tersebut. Aset tetap sendiri berarti aset yang dapat dilihat dan digunakan dalam operasional perusahaan tetapi tidak diperjual belikan. Contoh dari aset tetap yaitu seperti tanah yang digunakan sebagai tempat berdirinya gedung perusahaan, perbaikan properti perusahaan seperti jalanan di sekitar area perusahaan, tempat parkir, saluran air bawah tanah. Selain itu ada juga gedung perusahaan serta peralatan kantor, pabrik, kendaraan operasional dll yang turut masuk dalam kategori aset tetap.

Dalam Sebuah Ilmu Akuntansi mengenal adanya  suatu penyusutan atau penurunan nilai sebuah aktiva yang memiliki umur lebih lama. Aset tetap adalah aset berujud yang digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak digunakan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan.

Karakteristik ASET TETAP sebagai berikut:

  1. Dimiliki perusahaan untuk digunakan (bukan barang dagangan)
  2. Dimiliki untuk digunakan dalam operasi perusahaan yang utama (bukan investasi jangka panjang)
  3. Dimiliki untuk digunakan dalam jangka waktu lebih dari satu siklus operasi perusahaan (bukan perlengkapan)
  4. Memiliki nilai yang relatif tinggi

Klasifikasi ASET TETAP

Pada umumnya aset tetap dibagi dalam empat kelompok, yaitu:

  1. Tanah, seperti tanah yang digunakan sebagai tempat berdirinya gedung perusahaan.
  2. Perbaikan Tanah, seperti jalan diseputar lokasi perusahaan yang dibangun perusahaan, tempat parkir, pagar, dan saluran air bawah tanah.
  3. Gedung, seperti gedung yang digunakan untuk kantor, toko, pabrik, dan gudang.
  4. Peralatan, seperti peralatan kantor, peralatan pabrik, mesin-mesin, kendaraan, dan meubel.

 

Faktor yang mempengaruhi depresiasi

Harga Perolehan (Acquisition Cost)

Harga Perolehan adalah harga barang ditambah dengan semua biaya yang menyertainya. Harga Perolehan menjadi dasar penghitungan besarnya penyusutan yang harus dikeluarkan dalam satu periode akuntansi (satu tahun.) Oleh karena itu, harga ini menjadi faktor yang paling pengaruh dalam biaya depresiasi.

Nilai Residu Atau Nilai Sisa ( Salvage Value )

Nilai residu adalah perkiraan nilai aset tetap yang akan masuk ke dalam kas jika aset tersebut dijual pada saat penarikan atau penghentian aset. Nilai ini bergantung pada usia ekonomis aset tetap setelah dimanfaatkan. Namun, tidak semua aset tetap memiliki nilai residu.

Harga Buku Aset Tetap

Dalam metode penyusutan, harga buku aset tetap adalah hasil yang diperoleh dari harga Perolehan dikurangi jumlah penyusutan aset tetap.

Usia Ekonimis Aset (Economical Life Time)

Usia ekonomis aset terbagi menjadi dua, yaitu usia fisik dan usia fungsional. Usia fisik berhubungan dengan kondisi fisik aset itu. Sedangkan usia fungsional berhubungan dengan manfaat yang dimiliki aset ketika digunakan.

 

  1. Amortisasi

Amortisasi adalah suatu prosedur pembayaran utang yang dilakukan secara bertahap dalam periode waktu yang telah ditentukan. Contoh amortisasi seperti melakukan pembayaran bulanan atas pinjaman KPR, KTA, utang kartu kredit, kredit kendaraan, kredit modal maupun kredit untuk kebutuhan lainnya.

Bagi Anda yang melakukan pembayaran bulanan seperti di atas pasti sudah tidak asing dengan adanya bunga yang dibebankan kepada peminjam, sehingga total angsuran lebih besar dari angka pokok pinjaman di awal. Inilah cara amortisasi berfungsi.

Lalu apa bedanya Amortisasi dan Depresiasi? Walaupun sama-sama merupakan prosedur untuk mengukur nilai penyusutan, tetapi objek yang diukur berbeda. Amortisasi mengukur nilai penyusutan pada aset tak berwujud seperti hak paten, copyright, trademark, goodwill (transaksi strategis semisal akuisisi atau merger dengan perusahaan lain). Sedangkan Depresiasi digunakan untuk mengukur nilai penyusutan aset tetap seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

  1. Deplesi

Deplesi adalah kata lain penyusutan yang terjadi pada sesuatu benda yang bersifat alami dan tidak dapat diperbaharui. Deplesi merupakan salah satu istilah ekonomi geografi yang digunakandalam dunia pertambangan untuk menyatakan penyusutan pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, seperti misalnya bijih besi, hasil tambang, kayu hutan dsbnya.

Kata Deplesi sendiri berasal dari bahasa Inggris Depletion yang berarti penipisan atau pengurangan. Biasanya deplesi digunakan perusahaan untuk mengalokasikan biaya penggalian atau eksploitasi dan dihitung untuk pengurangan pajak serta pembukuan. Berbeda dengan Amortisasi dan Depresiasi yang hanya memberikan ‘gambaran’ atas penurunan nilai dari sebuah aset, Deplesi merupakan perhitungan ‘nyata’ yang terjadi dari suatu sumber daya alam perusahaan.

Perhitungan untuk deplesi biasanya ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:

  • Harga Perolehan Aset (Aktiva): Ini merupakan total jumlah pengeluaran yang dilakukan sejak memperoleh izin hingga sumber daya alam tersebut dapat diambil hasilnya.
  • Taksiran nilai sisa apabila sumber daya alam telah selesai dieksploitasi: Ini merupakan perkiraan nilai dari lahan tambang yang telah dieksploitasi.
  • Taksiran hasil yang secara ekonomis dapat dieksploitasi: Taksiran ini merupakan perkiraan deplesi yang dihitung untuk tiap unit dari hasil sumber daya alam yang diambil.

Baca Juga : Fungsi dan Pengertian Stock Opname Untuk Bisnis Retail

Metode Penyusutan dan Cara Menghitung nya

Akuntansi mengenal 5 metode penyusutan, yaitu metode garis lurus, metode saldo menurun ganda, metode jumlah angka tahun, metode satuan jam kerja, dan metode satuan hasil produksi.

Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

Metode ini adalah metode depresiasi aset tetap yang biaya penyusutannya tetap sama setiap tahunnya hingga akhir usia ekonomis aset tetap tersebut. Metode ini digunakan jika nilai ekonomis aset tetap terus sama setiap tahun. Fungsinya adalah untuk menyusutkan aset-aset yang manfaatnya tidak terpengaruh oleh besar kecilnya volume jasa atau produk yang diproduksi seperti peralatan kantor dan bangunan.

Ada dua cara menghitungnya, yaitu:

Menggunakan nilai sisa:

Depresiasi =  ( Harga Perolehan – harga sisa) : Usia Ekonomis

Tanpa Nilai Sisa :

Depresiaso =  Harga Perolehan : Umur Ekonomis

Jumlah Angka Tahun ( Sum Of The Year Digit Method )

Metode ini berdasar pada jumlah angka tahun. Rumusnya adalah:

Depresiasi = Sisa Usia Penggunaan : Jumlah Angka Tahun x (Harga Perolehan Nilai Sisa)

 

Metode Saldo Menurun Ganda

Metode ini adalah metode depresiasi yang ditentukan berdasarkan persentase dari suatu harga buku pada tahun tertentu. Rumusnya adalah:

Depresiasi = { 2 x (100% : Usia Ekonomis) } x Harga Beli atau Nilai Buku

Metode Satuan Jam Kerja ( Service Hours Method )

Dengan metode ini, beban penyusutan aset tetap didasarkan pada jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode tertentu. Rumusnya adalah:

Beban depresiasi Pertahun = Jam kerja yang dicapai x Tarif depresiasi tiap jam

Tarif Depresiasi Tiap Jam = Harga perolehan nilai sisa : Jumlah total jam kerja penggunaan asset tetap

Metode Satuan Hasil Produksi ( Productive Output Method)

Metode ini didasarkan pada jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam periode tertentu. Rumusnya adalah:

Beban Depresiasi Pertahun = Jam Satuan Produk yang dihasilkan X Tarif Depresiasi Per Produk

Tarif Depresiasi per satuan Produk = Harga perolehan nilai sisa : Jumlah Total Produk yang dihasilkan.

 

Kesimpulan

Metode Penyusutan adalah metode yang digunakan untuk mengurangi nilai aset tetap karena beberapa faktor, seperti usia, penggunaan, dan sejenisnya. Metode ini memiliki beberapa jenis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Jika Anda merasa kesulitan dalam menghitung depresiasi aset dan penghitungan lainnya yang berhubungan dengan aset, Anda bisa menggunakan software akuntnasi yang memiliki fitur penghitungan aset seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi yang sangat cocok digunakan untuk semua jenis bisnis di Indonesia. Hal ini dikarenakan Accurate Online memiliki fitur-fitur terbaik yang sesuai dengan kebutuhan usaha di Indonesia, seperti penghitungan aset secara otomatis, penghitungan pajak, laporan keuangan terlengkap, penghitungan gaji karyawan, dan masih banyak lagi.

Tunggu apalagi yuuk coba Gratis Accurate Online sekarang.. !!Coba Gratis Accurate Online

 

 

 

 

Jadikan hari-harimu lebih segar dan menyenangkan dengan Emkay Blast Lite Lychee! Dengan rasa buah leci yang segar dan sensasi dingin yang bikin kamu merasa nyaman, rasakan juga manfaat dari liquid Saltnic rendah nikotin yang membantu kamu merilekskan diri.

Related posts

7 Strategi Pemasaran yang Ampuh Sepanjang Zaman

admin

Mau Jadi Jutawan Dadakan Di Bulan Ramadhan ?, Yuk Ikuti 6 Cara Ini !

Rika Angraini

Alur Pembelian yang Harus di Lalui Aktivitas Bisnis

Agus Fadhil