Akuntansi

Peran Penting Balance Score Card Bagi Sebuah Perusahaan

Apakah Anda sudah pernah mendengar atau menjumpai balance score card? Bisa dibilang kartu ini sangat berperan aktif bagi sebuah perusahaan. Karena elemen ini merupakan sebuah sistem untuk mengukur dan pengembangan kinerja pegawai.

Namun, sangat disayangkan bahwa masih banyak perusahaan yang belum menyadari peran penting balance score card dan terkesan acuh pada elemen ini. Demi membuka wawasan para pelaku usaha, artikel ini akan membahas tuntas apa itu balance score card dan perananya untuk sebuah perusahaan.

Mengenal Balance Score Card

Secara bahasa, balance score card bisa diartikan sebagai kartu skor keseimbangan. Sedangkan secara istilah bisnis, kartu ini bisa diartikan sebagai sebuah sistem yang digunakan untuk menyelaraskan angka atau hasil kinerja dari pegawai agar sesuai dengan kaidah dan nilai-nilai perusahaan untuk dapat mencapai tujuan.

Kartu ini dibuat dalam serangkaian kegiatan seperti penyelarasan tujuan, penilaian perilaku, manajemen waktu, pengukuran pencapaian kerja, pemantauan berkala pada setiap pegawai dan penentuan kebijakan untuk putusan terbaik dalam mengatasi setiap masalah yang terjadi.

Baca Juga: Pengertian, Komponen dan Fungsi Neraca Pembayaran Dalam Ekonomi Negara

Balance score card, diciptakan oleh seorang profesor dari Harvard University pada tahun 1992 silam. Dalam artikel yang dibuat Prof. Robert S. Kaplan dan David Norton, menjelaskan bagaimana konsep di balik penggunaan kartu skor keseimbangan ini.

Dimana skor tersebut awalnya digunakan untuk mengukur kinerja dari sebuah perusahaan dengan tepat pada akhir periode hitung. Dengan kartu skor keseimbangan ini, perusahaan dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih tepat.

Aspek yang Dinilai oleh Balance Score Card

Contoh Balanced Scorecard

Dalam proses evaluasi pegawai, yang harus dihitung dan diperhatikan adalah indikator yang dapat dinilai melalui 4 aspek. Dimana aspek yang dimaksud adalah aspek keuangan, aspek pelanggan, aspek proses bisnis internal, serta aspek pembelajaran dan pertumbuhan.

Berikut penjelasan lebih dalam dari 4 aspek tersebut:

1. Aspek Keuangan

Dalam aspek keuangan, yang menjadi tolak ukur adalah, penilaian terhadap apakah pegawai mampu membuat perencanaan, implementasi dan pelaksanaan kegiatan usaha dengan baik atau tidak, selain itu akan dinilai mengenai perbaikan mendasar dari setiap pegawai.

Dimana yang dimaksud perbaikan mendasar adalah, pegawai berkontribusi dalam gross operating income, ROI maupun economic value added, serta pencapaian visi dalam upaya mewujudkan tujuan perusahaan yang berhubungan dengan:

  • Angka kepuasan pelanggan dalam pelayanan yang diberikan.
  • Angka Anda produktivitas maupun komitmen kerja melalui cost efektifitas kerja untuk kebutuhan peningkatan laba perusahaan.
  • Angka peningkatan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pemasukan dan finansial return dalam pengurangan pengeluaran maupun investasi high return.

2. Aspek Pelanggan

Untuk penilaian kedua adalah aspek pelanggan, perusahaan harus menentukan beberapa tolak ukur terutama segmen pasar dan pelanggan tertarget. Sedangkan yang dinilai adalah kinerja tiap unit kerja atau divisi dalam mencapai target finansial.

Dimana dalam suatu bisnis ingin mencapai stabilitas finansial, maka perusahaan harus berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama. Dimana dalam jangka waktu tersebut harus ada produk atau jasa yang kualitasnya terus naik sehingga kepuasan pelanggan terus meningkat. Berikut beberapa instrumen yang dihitung:

  • Segmen pasar maupun market share yang terjadi.
  • Tingkat konversi yang terjadi atau perolehan pelanggan baru.
  • Kemampuan pegawai dalam mempertahankan pelanggan tetap atau pelanggan lama.
  • Kepuasan pelanggan yang dikonversikan dalam angka terhitung.
  • Kemampuan menghasilkan laba (profitabilitas).

3. Aspek Proses Bisnis Internal

Dalam aspek terakhir, penilaian yang menjadi acuan adalah menunjukkan proses kritis yang memungkinkan unit bisnis dengan pemberian value proposition yang diharapkan mampu menarik maupun mempertahankan pelanggan di segmen pasar yang digeluti.

Pada dasarnya penilaian pada proses bisnis internal dibagi dalam 3 prinsip dasar antara lain proses inovasi, proses operasi dan juga pelayanan purna jual. Untuk proses inovasi ada dua acuan yang harus diperhatikan yaitu identifikasi keinginan pelanggan dan proses perancangan produk.

Yang dimasksud prose operasi adalah cara pegawai dalam menyampaikan knowledge produk pada pelanggan dengan penilaian efisiensi, tata bahasa, dan timing. Sedangkan proses perancangan produk sudah pasti berkaitan dengan proses perancangan produk.

4. Aspek Pembelajaran dan Pertumbuhan

Sudah kewajiban perusahaan dalam memberikan pengarahan, pelatihan dan peningkatan skill dari pegawai berpotensi. Untuk itu biasanya ada penilaian pembelajaran dan pertumbuhan, dimana pegawai akan dinilai dari bagaimana mereka memanfaatkan pembelajaran yang diberikan untuk pertumbuhan perusahaan.

Tolak ukur dari aspek ini mencakup ketiga aspek sebelumnya sebagai pemicu peningkatan kualitas SDM dari proses pembelajaran dan fasilitas yang disediakan. Dengan kondisi yang terkait seperti kapabilitas pekerja dan kapabilitas sistem informasi.

Baca Juga: Berikut Perbedaan Laporan Neraca Usaha Dagang dan Jasa

Peran Penting Balance Score Card dalam Perusahaan

Sebagai alat manajemen yang dapat diaplikasikan pada segala jenis perusahaan, balance score card memiliki peranan sangat penting pada sebuah perusahaan. terutama pada evaluasi kerja dari pegawai hingga produktivitas perusahaan. Adapun peranan tersebut antara lain adalah:

1. Membantu Pembuatan Strategi Efektif

Dengan cara kerja yang unik, balance score card mampu membantu Anda membuat strategi terbaik yang mengacu pada efektifitas kinerja perusahaan dan seluruh turunan organisasi didalamnya.

Sistem ini akan memberi struktur pada strategi yang Anda buat, dimana pemangku wewenang dimungkinkan untuk dapat mengevaluasi, memantau kemajuan hingga ikut memberi inisiasi terbaik untuk seluruh pihak yang bersangkutan.

2. Media Komunikasi yang Lebih Baik

Balance score kredit akan memberikan kemudahan dalam hal komunikasi dari atasan pada bawahan dengan kejelasan batasan, tujuan yang ingin dicapai, identifikasi kinerja, hingga membantu mengevaluasi kegiatan usaha.

3. Penyelarasan Proses Bisnis

Menerapkan sistem ini, secara otomatis akan membuat penyelarasan terjadi pada setiap divisi dan departemen dengan menganut tujuan, strategi dan langkah yang selaras satu sama lain. Selain itu penyelarasan tujuan pada proses bisnis akan memberikan keseimbangan dan menunjang peluang keberhasilan semakin besar.

4. Membantu Pegawai Lebih Fokus pada Tujuan

Dari kartu skor keseimbangan ini, setiap pegawai pada perusahaan akan terbantu untuk bisa lebih fokus dalam kegiatan usaha, khususnya untuk beberapa pegawai yang dinilai memiliki penilaian dibawah rata-rata.

5. Menjaga Lintasan yang Dilalui Perusahaan

Penilaian pada balance score card tidak melulu soal pegawai, namun pada dasarnya penilaian lebih untuk menjaga perusahaan tetap dalam lintasan yang seharusnya. Karena pegawai adalah penggerak sebuah perusahaan, maka dari itu penilaian jatuh pada masing-masing pegawai.

Dimana dengan keseimbangan yang tetap dijaga, ada harapan besar tentang pencapaian yang lebih baik untuk kepentingan bersama. Bisa diambil kesimpulan jika pegawai berjalan sesuai strategi, kemungkinan mencapai tujuan bisnis akan lebih besar dari sebelumnya.

Nah, itu dia penjelasan mengenai apa itu balance score kredit dan peranan yang dimiliki untuk sebuah perusahaan. Melihat peranan yang begitu besar, ada baiknya Anda mulai mengaplikasikan sistem ini sesegera mungkin.

Namun Anda juga harus mempertimbangkan kembali eksekusi sistem tersebut karena proses manual pastinya akan memakan waktu yang lama. Maka dari itu Untuk mempermudah penilaian dan pembuatan kartu skor keseimbangan ini Anda bisa menggunakan aplikasi Accurate dari Solusiaccurate.

Dimana anda bisa melakukan pemantauan secara online dengan sistem online yang terintegrasi pusat. Sehingga proses pemantauan dan penilaian akan lebih mudah dari cara konvensional. Apalagi aplikasi ini juga berbasis aplikasi akuntansi, sehingga kegiatan akuntansi lainnya juga akan tercover dengan sempurna!

Related posts

Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Omzet dan Profit Dalam Sebuah Bisnis

Iskandar Rumi

Mengganti Umur Aktiva Tetap

admin

Mencegah Terjadinya Fraud Akuntansi dan Hal Penting yang Harus Diperhatikan

Iskandar Rumi