Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memiliki target untuk menjadikan industri halal sebagai penggerak ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Potensi pasar yang besar membuat sektor industri halal Republik Indonesia (RI) tumbuh Pesat. Membuat pada industri ini dipandang strategis untuk ekonomi nasional.
Industri halal Indonesia tengah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Pertumbuhan pesat industri halal di Indonesia tidak hanya terjadi karena mayoritas penduduknya beragama Islam, tetapi juga karena masyarakat global semakin meminati tren gaya hidup halal. Konsumen lintas agama dan budaya menilai produk halal lebih higienis, berkualitas, dan aman, sehingga mereka semakin tertarik untuk menggunakannya.
Menurut laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024, Indonesia menempati posisi ke-3 dunia dalam ekosistem ekonomi halal setelah Malaysia dan Arab Saudi. Nilai pasar halal global sendiri diperkirakan mencapai USD 5 triliun pada 2030. Angka ini menunjukkan betapa besar peluang yang dimiliki Indonesia untuk menjadi pusat industri halal dunia.
“Kita patut bangga karena secara sectoral, Indonesia unggul dalam tiga sektor penting yang erat kaitannya dengan manufaktur, yaitu modest fashion skor 106,5 dan menempati peringkat pertama dunia, sektor farmasi dan kosmetik halal di posisi kedua dengan skor 85,8, serta sektor makanan halal di uratan keempat dengan skor 78,8,” ujar Agus Gumiwang Menteri Perindustrian, seperti dikutip dari Kompas.com.
Konsumsi rumah tangga Indonesia tercatat Rp 3.226,1 triliun pada semester II-2025. Angka itu ditopang jumlah penduduk muslim terbesar dunia, yakni 245,97 juta jiwa. “Ini menjadi modal utama kita, sehingga Indonesia bukan hanya sekedar pasar, namun juga harus menjadi produsen dan pemain utama industri halal global,” lanjut Agus.
Baca Juga: Potensi Rp 34.000 Triliun! Alasan Industri Halal Bisa Jadi Penopang Ekonomi Indonesia
Pendorong Pesatnya Pertumbuhan Industri Halal
Pertumbuhan industri halal di Indonesia tidak terjadi begitu saja, melainkan didorong oleh kombinasi faktor internal dan eksternal yang saling memperkuat. Beberapa faktor utama yang menjadi pendorong adalah:
Dukungan Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
Pemerintah Indonesia berkomitmen menjadikan negara ini sebagai pusat industri halal dunia pada 2025. Pemerintah mewujudkan komitmen ini melalui berbagai kebijakan strategis, salah satunya dengan membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang memperluas layanan sertifikasi halal.
Selain itu, pemerintah juga membangun kawasan industri halal, memberikan insentif bagi pelaku usaha, hingga menjalin kerja sama internasional untuk memperkuat ekspor produk halal. Langkah-langkah ini menciptakan iklim usaha yang kondusif, sehingga semakin banyak perusahaan dan UMKM berani terjun ke industri halal.
Kesadaran dan Permintaan Konsumen yang Meningkat
Konsumen kini semakin sadar pentingnya mengonsumsi produk yang tidak hanya halal secara syariat, tetapi juga higienis, aman, dan berkualitas. Menariknya, tren ini tidak terbatas pada konsumen muslim saja.
Banyak konsumen non Muslim juga memilih produk halal karena mereka menilai proses produksinya lebih ketat dan transparan. Akibatnya, permintaan terhadap produk halal di pasar domestik maupun global melonjak signifikan, mendorong produsen untuk terus memperbesar kapasitas produksi.
Peran Teknologi dan Digitalisasi
Transformasi digital turut mempercepat pertumbuhan industri halal. Melalui platform e-commerce, marketplace, hingga media sosial, produk halal lebih mudah dikenalkan ke masyarakat luas.
Selain itu, hadirnya aplikasi dan sistem digital untuk proses sertifikasi halal juga membantu mempercepat birokrasi yang sebelumnya dianggap rumit. Digitalisasi ini bukan hanya memudahkan distribusi produk, tetapi juga memperluas jangkauan pasar UMKM halal hingga ke luar negeri.
Dukungan Ekspor dan Kolaborasi Internasional
Indonesia semakin aktif menjalin kerja sama dengan negara-negara di Timur Tengah, Asia, dan Eropa untuk memperluas akses produk halal. Produk makanan, minuman, fashion, hingga kosmetik halal asal Indonesia mulai diterima di pasar global.
Bahkan, sejumlah perjanjian dagang menempatkan produk halal Indonesia sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor. Kolaborasi internasional ini menciptakan peluang besar, sekaligus meningkatkan daya saing produk halal RI di kancah global.
Pertumbuhan UMKM Halal sebagai Motor Ekonomi
UMKM menjadi salah satu kekuatan utama industri halal Indonesia. Dengan jumlah lebih dari 60 juta unit usaha, UMKM memiliki peran vital dalam memperluas ketersediaan produk halal.
Banyak UMKM yang kini berhasil naik kelas setelah memperoleh sertifikasi halal dan memperluas akses ke pasar global. Kisah sukses ini mendorong pelaku UMKM lain untuk mengikuti jejak serupa, sehingga roda industri halal terus bergerak dinamis dari akar rumput.
Investasi dan Dukungan Industri Keuangan Syariah
Industri keuangan syariah yang semakin kuat ikut menopang pertumbuhan industri halal di Indonesia. Bank syariah, asuransi syariah, hingga fintech syariah hadir memberikan akses pembiayaan lebih mudah bagi UMKM halal maupun perusahaan besar.
Dukungan permodalan ini membuat pelaku usaha lebih berani mengembangkan bisnis, berinovasi, dan meningkatkan kualitas produknya agar kompetitif di pasar global.
Saat ini ada Indonesia memiliki 140.944 perusahaan industry halal. Sektor makanan halal mendominasi dengan 130.111 industri. Disusul minuman halal 10.383 industri, serta farmasi dan obat 1.633 industri.
Indonesia juga memiliki produk bersertifikat halal mencapai 584.522 dengan total 162.111 sertifikat. Angka ini mencerminkan meningkatnya kesadaran industri dan konsumen terhadap sertifikasi halal.
Fokus 5 Strategi Utama
Saat ini Kemenperin memiliki 5 strategi yang masuk dalam Strategi Baru Industri Nasional dan akan launching pada akhir Oktober 2025. Lima fokus utama tersebut adalah:
- Penguatan ekosistem halal
- Peningkatan daya saing lewat inovasi
- Perluasan pasar dalam dan luar negeri
- Kolaborasi multipihak
- Pengembangan SDM Halal
Baca Juga: Dana Rp 200 Triliun ke Bank Himbara, Bagaimana Dampak-nya ke UMKM?
Kesimpulan
Industri halal di Indonesia terbukti tumbuh pesat dan memainkan peran strategis dalam mendorong perekonomian nasional sekaligus memperkuat posisi di kancah global. Dengan dukungan regulasi pemerintah, meningkatnya kesadaran konsumen, transformasi digital, serta penguatan peran UMKM dan industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi pusat industri halal dunia.
Data jumlah perusahaan halal, sertifikasi yang terus meningkat, hingga peringkat global yang membanggakan menunjukkan bahwa peluang Indonesia sangat besar. Agar pertumbuhan berlanjut, Kemenperin perlu konsisten menjalankan strategi seperti memperkuat ekosistem halal, mendorong inovasi, memperluas pasar, membangun kolaborasi, dan menyiapkan SDM.
Jika semua pihak bersinergi, industri halal bukan hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang mampu bersaing di pasar global.