Akuntansi

Perkembangan Akuntansi di Indonesia dari Waktu ke Waktu

Perkembangan akuntansi di Indonesia

Tahukah Anda bagaimana perkembangan akuntansi di Indonesia? Dan mengapa akuntansi menjadi aspek penting dalam menjalankan sebuah bisnis? Pada dasarnya akuntansi di Indonesia tidak serta merta diterapkan dengan konsep yang berlaku saat ini. 

Namun akuntansi yang berlaku di Indonesia, memang memberikan efek tersendiri bagi penggunanya terutama dalam hal bisnis. Untuk itu artikel ini akan, membahas tuntas bagaimana akuntansi dapat berkembang di Indonesia hingga saat ini.

Pengertian Akuntansi

Akuntansi adalah sebuah kegiatan mengumpulkan data, mencatat, mengelompokkan, menganalisa informasi dan membuat laporan berdasarkan seluruh kegiatan sebelumnya mengenai keuangan dalam sebuah kegiatan usaha.

Dalam sebuah bisnis akuntansi memiliki peranan penting, dimana akuntansi menjadi sarana informasi keuangan pada pihak berkepentingan untuk menilai kesehatan keuangan suatu perusahaan, sehingga pemangku kepentingan mampu menentukan strategi terbaik untuk bisnisnya.

Baca Juga: 3 Software Akuntansi Terbaik di Indonesia

Perkembangan Akuntansi di Indonesia

Perkembangan akuntansi di Indonesia relatif lambat, yakni dimulai pada masa penjajahan Belanda. Pada masa penjajahan Belanda, Indonesia sudah menggunakan standar akuntansi tetapi menggunakan standar akuntansi Belanda yaitu Sound Business Practices. Lalu, bagaimana perjalanan hingga akuntansi bisa diterapkan di Indonesia? Berikut ini penjelasannya!

1. Perkembangan Akuntansi di Indonesia Masa Kolonial Belanda

Kegiatan ekonomi pada masa kolonial meningkat pesat selama tahun 1800-an dan awal 1900-an. Hal ini ditandai dengan penghapusan wajib pajak sehingga banyak pengusaha Belanda yang menanamkan modal di Indonesia. 

Meningkatnya kegiatan ekonomi ini mendorong munculnya permintaan akan akuntan dan juru buku terlatih. Alhasil, fungsi audit mulai diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1907. 

Kesempatan untuk mempelajari cara mengaudit keuangan akhirnya dibawa oleh akuntan Belanda dan Inggris ke Indonesia untuk membantu administrasi di perusahaan tekstil dan manufaktur pada masa itu. Auditor internal yang pertama kali datang ke Indonesia adalah Labrijn-JW yang berada di Indonesia pada tahun 1896. 

Sedangkan yang mempersiapkan dan mengelola kantor akuntan adalah Van Schagen yang dikirim ke Indonesia pada tahun 1907. Hadirnya Van Schagen merupakan titik awal berdirinya Biro Akuntan Negara-Akuntan Dienst yang dibentuk pada tahun 1915.

 Yang pertama adalah Kantor Akuntan Publik Frese & Hogeweg yang mendirikan kantor di Indonesia pada tahun 1918. Pendirian kantor ini diikuti oleh Kantor Akuntan lain yaitu Kantor HYPovereins pada tahun 1920 dan berdirinya Biro Belasting Akuntan Akuntan Pajak-Dienst. 

2. Perkembangan Akuntansi di Indonesia Setelah Kemerdekaan

Praktik akuntansi model Belanda masih digunakan pada masa setelah kemerdekaan, yakni pada tahun 1950. Pendidikan dan pelatihan sistem akuntansi masih didominasi oleh model Belanda. Nasionalisasi perusahaan milik Belanda dan emigrasi Belanda dari Indonesia pada tahun 1958. Hal ini menyebabkan kelangkaan akuntan dan tenaga ahli dari orang Indonesia sendiri.

Atas dasar nasionalisasi dan kelangkaan akuntan, Indonesia akhirnya berubah menjadi praktik akuntansi model Amerika. Namun, pada era ini praktik akuntansi model Amerika mampu berbaur dengan akuntansi Belanda, terutama yang terjadi di pemerintahan. 

Perkembangan ini semakin didorong oleh banyaknya perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akuntansi-seperti dibukanya jurusan akuntansi di Universitas Indonesia pada tahun 1952. Sebut saja Institut Keuangan (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara-STAN) pada tahun 1990 dan Sekolah Tinggi Pajajaran pada tahun 1961.

Tak ketinggalan juga Universitas Sumatera Utara yang membuka jurusan akuntansi pada tahun 1962 serta Universitas Airlangga dan Gajah Mada pada tahun 1964. Hal ini telah mendorong perubahan praktik akuntansi model Belanda model Amerika tahun 1960.

Baca Juga: Tips Memilih Software Akuntansi untuk UKM

3. Perkembangan Akuntansi di Indonesia Tahun 1970-1980

Selanjutnya, pada tahun 1970 semua lembaga dan perusahaan di Indonesia saat itu diwajibkan untuk mengadopsi sistem akuntansi model Amerika. Pada pertengahan 1980-an, sekelompok teknokrat bangkit dan memiliki kepedulian terhadap reformasi ekonomi dan akuntansi. 

Pada masa ini, Indonesia berusaha untuk menciptakan ekonomi yang lebih kompetitif dan lebih berorientasi pasar dengan dukungan praktik akuntansi yang baik. Ditambah lagi, perusahaan-perusahaan di Indonesia mendapat banyak dukungan kuat dari investor asing dan lembaga internasional. 

4. Perkembangan Akuntansi di Indonesia Masa Reformasi

Sebelum pengenalan pasar modal yang lebih baik dan reformasi akuntansi pada 1980-an dan awal 1990-an, dalam praktiknya banyak perusahaan di Indonesia telah menemukan tiga jenis akuntansi. Tepatnya pada tahun 1984, Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) mulai ditetapkan sebagai standar akuntansi Indonesia.

Pemerintah merevisi standar akuntansi secara lebih mendasar dan diterapkan dalam sebuah buku berjudul Prinsip Akuntansi Indonesia 1984. Pada akhir tahun 1984, PAI mengikuti standar yang bersumber dari IASC (Komite Standar Akuntansi Internasional). Hal ini untuk menunjukkan gambaran nyata perusahaan dan untuk dasar pengambilan keputusan.

Di antaranya untuk menunjukkan hasil positif yang digunakan untuk mengajukan pinjaman / kredit dari bank dalam dan luar negeri. Selain itu, gambaran tersebut juga menunjukkan hasil negatif (rugi) untuk keperluan pajak. 

Pada awal 1990-an, tekanan untuk meningkatkan kualitas pelaporan keuangan muncul seiring dengan skandal pelaporan keuangan yang dapat mempengaruhi kepercayaan dan perilaku investor. Skandal pertama adalah kasus Bank Duta (bank swasta milik tiga yayasan yang dikuasai Presiden Soeharto). 

Selain itu, ada juga Ambassador Bank go public pada tahun 1990 yang gagal melaporkan sejumlah kerugian besar yang dialaminya. Bank Duta juga menginformasikan segala informasi kepada Bapepam, auditor atau underwriter-nya mengenai hal tersebut. 

Sayangnya, auditor Bank Duta mengeluarkan opini wajar tanpa pengecualian. Kasus ini disusul kasus Plaza Indonesia Realty yang terjadi pada pertengahan 1992 dan Barito Pacific Timber pada tahun 1993. 

Selanjutnya, pada tahun 1999 pemerintah Indonesia meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Itu karena pemerintah Indonesia menginginkan transformasi model pasar modal “kasino” menjadi model yang dapat memobilisasi arus investasi jangka panjang. 

5. Perkembangan Akuntansi di Indonesia Tahun 1999 – Sekarang 

Sejak IAI (organisasi profesi yang menaungi akuntan di Indonesia) mengeluarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada 1 Oktober 1994, standar tersebut ditetapkan sebagai prinsip dan standar akuntansi di Indonesia hingga saat ini. Pada tahun 1994 sampai dengan 1998 nama panitia PAI diubah menjadi panitia Standar Akuntansi Keuangan (panitia SAK).

Kemudian pada kongres VIII tepatnya pada tanggal 23-24 September 1998 di Jakarta, panitia SAK diubah menjadi Komite Akuntansi Keuangan. Badan Standar periode 1998 – 2000 saat itu diberi tugas untuk menyusun dan mengesahkan PSAK. Pada tahun 2008 SAK mengacu pada International Financial Reporting Standards (IFRS). 

IFRS merupakan pelaporan standar akuntansi berskala internasional. Pada tahun 2012, IFRS mulai diformalkan dan diimplementasikan di Indonesia. Alhasil, saat ini ada beberapa standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. 

Di antaranya ada PSAK IFRS, PSAK ETAP (Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik), PSAK Syariah. Selain itu ada juga PSAK EMKM (Entitas MIkro Kecil dan Menengah) dan SAP (System, Application, and Processing) yang populer digunakan dalam sistem pelaporan akuntansi di Indonesia.

Baca Juga: Keuntungan Menggunakan Accurate Software Akuntansi.

Kesimpulan

Nah, itulah penjelasan tentang perjalanan dan perkembangan akuntansi di Indonesia yang perlu Anda ketahui. Perkembangan akuntansi di era modern membuat akuntansi di Indonesia lebih tertata dan lebih berkembang. Akuntansi juga menjadi salah satu profesi yang diminati oleh banyak orang. 

Perkembangan akuntansi, membantu para pelaku bisnis lebih mudah dalam menjalankan proses akuntansi. Tentu akuntansi masih banyak yang belum melek, padahal masih banyak peluang dan perkembangan lebih baik lagi kedepan.

Jadikan hari-harimu lebih segar dan menyenangkan dengan Emkay Blast Lite Lychee! Dengan rasa buah leci yang segar dan sensasi dingin yang bikin kamu merasa nyaman, rasakan juga manfaat dari liquid Saltnic rendah nikotin yang membantu kamu merilekskan diri.

Related posts

Revolusi Pengelolaan Keuangan Bisnis: Mengungkap 5 Fitur Terbaik Software Akuntansi Accurate

Ade Muthia

Aplikasi Pembukuan Paling Mudah Accurate Software

Agus Fadhil

Mengenal Beragam Istilah Keuangan dalam Dunia Bisnis: Invoice, Faktur, Kwitansi, Nota, dan Struk

Ade Muthia