Uncategorized

Pengertian Koreksi Fiskal, Penyebab, Jenis, Dan Tujuannya

koreksi fiskal

Koreksi fiskal adalah aktivitas pembetulan pencatatan keuangan yang akan dilaporkan ke dirjen pajak dan selainnya. Biasanya, revisi ini dilakukan, jika draft laporan tidak sesuai dengan format yang menjadi standar pajak.

Pengertian lainnya adalah, koreksi fiskal merupakan tindakan penyesuaian draft keuangan wajib pajak dengan standar perpajakan sebelum biaya pajak disetorkan.  Hal ini untuk meminimalisir kesalahan yang muncul akibat kesalahan antara pengelolaan akuntansi komersial penghasilan dengan pajak. Hal ini tentunya berhubungan dengan akuntansi perpajakan.

Baca Juga : Sofware Accurate Cloud Akan Bantu Kamu Rapihkan Pembukuan dan Pajak Dalam Waktu Singkat

koreksi fiskal

Untuk mengetahui lebih jauh tentang pengertian koreksi fiskal dan hubungannya dengan laporan keuangan, berikut kami jelaskan secara singkat. Silakan disimak semoga bisa bermanfaat bagi Anda yang tertarik dengan manajemen bisnis.

Penyebab Terjadinya Koreksi Fiskal

1. Beda Waktu

Koreksi terjadi manakala terdapat beda waktu masuknya penghasilan yang dicatat di cash basis untuk periode lama. Contohnya lebih dari satu tahun.

Penyebabnya bermacam-macam. Bisa karena lambatnya penagihan piutang, bisa pula karena terjadinya penyusutan laba.

Baca Juga : Dengan Fitur Pengingat Hutang Piutang Semua Transaksi Bisnis Tercatat dan Terjadwal

2. Beda Tetap

Beda tetap maksudnya adalah ditemukannya transaksi perusahaan yang sejatinya tidak menjadi standar wajib pajak. Contohnya adalah penghasilan dari sumbangan dan semacamnya. Jika ini dipaksakan masuk ke dalam draft, tentu akan terjadi perbedaan di pajak. Sehingga koreksi perlu dilakukan.

Namun, ada transaksi “beda tetap”, tetapi masih harus dibayarkan pajaknya. Diantaranya adalah penghasilan dari sewa tanah, perpindahan harta, bunga deposito dan yang lain.

Jenis Koreksi Fiskal

Pada umumnya, terdapat dua jenis, yaitu koreksi positif dan koreksi negatif. Koreksi positif ialah, perbaikan yang dilakukan pada catatan penghasilan dan biaya yang berefek pada kenaikan jumlah biaya wajib pajak.

Sedangkan koreksi fiskal negatif adalah perbaikan yang dilakukan justru hasilnya mengurangi jumlah biaya pajak. Sehingga beban pajak menjadi lebih ringan.

Baca Juga : Akuntansi Biaya Berperan Penting Sebagai Dasar Penentuan Anggaran Perusahaan 

Contoh Koreksi Fiskal Negatif

Contoh koreksi fiskal negatif adalah terjadinya selisih penyusutan yang disebut “amortisasi komersial. Namun, syaratnya penyusutan tersebut harus dibawah nominal amortisasi fiskal. Untuk penghitungannya sendiri menggunakan sistem saldo, baik tegak lurus maupun naik turun.

Ini juga berlaku untuk penyusutan aset perusahaan. Namun, terlebih dahulu harus dipisah antara aset bangunan dengan aset non bangunan. Pemetaan ini diperlukan, semata untuk menyesuaikan dengan draft pajak. Karena di sana, aset semacam ini dipilah-pilah sesuai bentuknya.

Contoh Koreksi Fiskal Positif

Contoh fiskal positif diantaranya adalah pembagian laba atau penghasilan. Apapun labelnya, setiap penghasilan pasti kena wajib pajak. Untuk lebih jelas, berikut beberapa list contoh fiskal positif, yaitu:

  • Sanksi administrasi berupa denda

  • Biaya untuk kepentingan pribadi wajib pajak

  • Imbalan pekerjaan yang diberikan dalam bentuk natural

  • Harta hibah dan sumbangan

  • Premi asuransi kesehatan dwiguna

  • asuransi bea siswa

Tujuan Koreksi Fiskal

Baca Juga : Ganti Tahun Jangan Cuma Ganti Supplier Tapi Ganti Juga Aplikasi Pembukuan

Seperti dijelaskan di muka, koreksi fiskal adalah kegiatan membaca kembali dan memperbaiki draft pajak perusahaan sebelum beban pajaknya disetorkan.  Artinya, tujuan koreksi fiskal adalah melakukan penyesuaian antara penghasilan dengan wajib pajak. Sehingga tidak terjadi kesalahan penghitungan.

Tujuan selanjutnya adalah untuk memenuhi draf laporan sesuai regulasi yang dikeluarkan Dirjen Pajak. Supaya tidak terjadi kerancuan, mana transaksi yang dikenai wajib pajak mana yang tidak.

Baca Juga : Apa sih bedanya Accurate V5 Desktop dengan Accurate Online

Untuk meminimalisir kesalahan perhitungan pajak pada bisnis, ada baiknya Anda menggunakan software akuntansi uang sudah mendukung fitur perpajakan yang lengkap seperti Accurate Online.

Dengan Accurate Online Anda bisa meminimalisir perhitungan pajak pada setiap kegiatan bisnis penjualan scara otomatis, karena Accurate Online memiliki fitur ini.

Anda bisa menggunakan software akuntansi untuk kemudahan proses pembukuan Anda. Gunakan software akuntansi dengan fitur lengkap dan mudah digunakan seperti Accurate Online.

Oleh karena itu Accurate Online adalah aplikasi pembukuan yang ringan bagi UMKM. Jadi harganya, sangat terjangkau untuk bisnis UMKM tidak sampai 2 juta loh!! Apalagi sekarang sedang ada diskon 25% atau 600 ribu.

Jadi kamu hanya tinggal membayar 1,8 juta dari harga normal 2,4 juta loh! Jika  Kamu tertarik bisa langsung minta penawarannya dengan klik disini

Baca Juga : Hanya Berlangganan Accurate Online Disini Langsung Diskon 600 Ribu loh!

Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui Link ini. 

Jika ingin informasi lebih lanjut seputar fitur-fitur dan promo Accurate Online dapat menghubungi team marketing dibawah ini :

coba gratis 30 hari accurate online

Ingin mengetahui info lainnya seputar bisnis & akuntansi? Silahkan baca artikel pilihan kami dibawah ini :

Related posts

Audit Teknologi Informasi Di Era Industri 4.0

admin

Membulatkan Keatas atau Kebawah Tampilan Preview ( AOL )

admin

Menampilkan SO & DO Date di Preview SI

admin